Duel panas akan kembali tersaji pada fase Liga Champions 2024/25. Liverpool akan menjamu Atletico Madrid di Anfield, Kamis (18/9/2025) dini hari pukul 02.00 WIB. Foto: Liverpool FC
JAKARTA, (ERAKINI) – Duel panas akan kembali tersaji pada fase Liga Champions 2024/25. Liverpool akan menjamu Atletico Madrid di Anfield, Kamis (18/9/2025) dini hari pukul 02.00 WIB.
Liverpool dalam tren positif saat menghadapi tim Spanyol. diprediksi akan tampil agresif untuk menjaga rekor sempurna kandang mereka. Sementara Atletico bakal mengandalkan pengalaman serta taktik khas Diego Simeone untuk mencuri poin.
Berdasarkan catatan UEFA.com, The Reds memenangi empat laga terakhir fase grup/liganya di Liga Champions, termasuk dua kemenangan atas Atletico pada musim 2021/22. Selain itu, tim asuhan Arne Slot membukukan 14 kemenangan beruntun di kandang pada kompetisi klub UEFA fase grup/liga.
Florian Wirtz mencatat rekor impresif dengan enam gol dari sembilan penampilan perdananya di Liga Champions, sementara Mohamed Salah mengoleksi 18 gol dalam 20 laga terakhirnya di fase grup/liga.
Sebaliknya, Atletico hanya meraih satu kemenangan dalam delapan laga terakhir kontra klub Inggris di Liga Champions (S2 K5). Atletico juga belum pernah menang di laga fase grup/liga melawan klub Inggris sepanjang sejarah keikutsertaan mereka (S4 K4).
Pakar sepak bola Spanyol dari The Athletic, Dermot Corrigan, menilai tim asuhan Diego Simeone masih dalam proses menemukan konsistensi meski musim panas lalu sudah jor-joran belanja pemain.
Atletico menghabiskan lebih dari €150 juta untuk mendatangkan amunisi anyar pada bursa transfer lalu. Namun, performa awal mereka di La Liga tak sesuai harapan setelah hanya meraih dua poin dari tiga pertandingan pembuka.
“Mereka sebenarnya bermain baik di sejumlah momen, tetapi terlalu sering memberi gol mudah kepada lawan. Itu memengaruhi kepercayaan diri tim,” ujar Corrigan.
Kemenangan 2-0 atas Villarreal akhir pekan lalu memang mengangkat moral, tetapi Los Colchoneros tetap tertinggal tujuh poin dari pemuncak klasemen Real Madrid. “Itu jelas bukan start yang mereka harapkan,” tambahnya.
Terkait gaya permainan, Corrigan menilai Simeone masih memegang teguh ciri khasnya. “Simeone terkenal dengan kerja keras dan ketangguhan pertahanan timnya. Namun, skuad sudah berevolusi. Pemain lama seperti Diego Godin dan Gabi sudah pergi, sementara pemain teknis seperti Julian Alvarez dan gelandang muda Pablo Barrios kini jadi andalan,” katanya.
Statistik menunjukkan Atletico kini lebih berorientasi pada penguasaan bola. Dari empat laga awal La Liga musim ini, mereka mencatat rata-rata 56,2 persen penguasaan bola—hanya sedikit di bawah Real Madrid (56,3 persen). Meski lebih sering memakai formasi 4-4-2 musim ini, Corrigan menyebut Simeone juga bisa kembali menggunakan 3-5-2 saat menghadapi Liverpool.