Duel Portugal vs Kroasia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 bisa jadi laga terakhir perjalanan Ronaldo atau Modric di panggung terbesar sepak bola dunia. Foto: FIFA.com
Toronto, Kanada, bersiap menjadi saksi akhir perjalanan salah satu legenda sepak bola dunia. Bayang-bayang “Last Dance” kembali menyelimuti dua ikon yang selama lebih dari dua dekade mendominasi sepak bola dunia.
Namun kali ini, nuansanya terasa berbeda. Salah satu dari mereka dipastikan harus mengakhiri perjalanan Piala Dunia, yang akan berlangsung di Toronto Stadium, Jumat (3/7/2026) pukul 06.00 WIB.
Dilansir FIFA.com, Kamis (2/7/2026), atmosfer pertandingan sudah terasa jauh sebelum kick-off. Jalanan Toronto dipenuhi jersey Ronaldo dan Modric, bersatu dengan kemeriahan perayaan Hari Nasional Kanada. Antusiasme suporter bahkan sempat membuat lalu lintas salah satu jalan utama kota tersendat, ketika fans Portugal berusaha melihat bus tim idolanya melintas.
Di atas lapangan, duel diprediksi berlangsung terbuka. Portugal tampil belum sepenuhnya meyakinkan sepanjang turnamen, sementara Kroasia memperlihatkan celah saat kalah dari Inggris di laga pembuka. Situasi itu membuat laga sulit diprediksi dan nyaris tanpa favorit mutlak.
Namun satu hal yang pasti: tensi pertandingan akan berada di level tertinggi. Pendukung Kroasia sebelumnya sudah menunjukkan kekuatannya dengan mengubah sejumlah sudut Toronto menjadi lautan merah-putih saat laga fase grup melawan Panama.
Bagi penonton yang hadir langsung di stadion, pertandingan ini berpotensi menjadi malam bersejarah — momen ketika dunia menyaksikan babak penutup era dua legenda sepak bola modern.
“Kami berbicara tentang pemain yang berada di atas opini publik. Mereka melampaui itu karena umur panjang mereka di sepak bola membuat mereka istimewa,” kata pelatih Portugal Roberto Martinez.
Martinez menilai usia bukan lagi ukuran bagi pemain seperti Ronaldo dan Modric yang masih mampu tampil kompetitif di level tertinggi.
“Anda menyebut Luka Modric yang sudah berusia lebih dari 40 tahun dan jumlah pertandingan yang ia mainkan masih sangat signifikan. Hal yang sama berlaku untuk kapten kami sendiri. Bagi siapa pun yang membicarakan usia, usia hanyalah angka,” ujarnya.
Apresiasi terhadap dua veteran itu terasa di seluruh penjuru Toronto. Jersey keduanya mendominasi jalanan kota, sementara pujian terus mengalir dari pemain, pelatih, hingga suporter.
“Mereka adalah dua raksasa sepak bola yang telah meninggalkan jejak besar dalam olahraga ini,” ujar kiper Kroasia Dominik Livakovic.
Meski begitu, Livakovic menegaskan Kroasia datang bukan untuk sekadar memberi penghormatan kepada Modric, melainkan memastikan sang kapten terus melangkah.
“Saya dan seluruh tim akan melakukan segalanya agar Luka bisa melanjutkan perjalanannya,” katanya.
Modric, yang akan berusia 41 tahun pada September mendatang. Sama seperti Ronaldo, ia mengakui sudah memasuki fase akhir karier bersama tim nasional.
“Saya tahu saya sudah berada di fase tertentu dalam karier saya,” ujar gelandang Kroasia tersebut.
Sementara Ronaldo sebelumnya telah memastikan Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen terakhirnya bersama Portugal.
Kedua pemain pernah membangun era kejayaan bersama Real Madrid pada periode 2012–2018. Mereka meraih berbagai gelar elite Eropa dan membentuk hubungan yang dipenuhi rasa hormat.
Ronaldo pernah menyebut menyaksikan Modric bermain sebagai “sebuah kesenangan”, sementara Modric menggambarkan Ronaldo sebagai “sosok luar biasa dengan hati yang besar”.
Kini, dua mantan rekan setim itu akan berdiri di sisi berlawanan lapangan. Ketika peluit akhir berbunyi di Toronto, satu perjalanan legendaris dipastikan selesai.