Arsenal akan menghadapi Liverpool dalam laga panas Liga Inggris di London utara pada Jumat (9/1/2026) dini hari WB. Foto: standard.co.uk
JAKARTA, (ERAKINI) –Arsenal akan menghadapi Liverpool dalam laga panas Liga Inggris di London utara pada Jumat (9/1/2026) dini hari WB. Meski dimainkan di tengah cuaca dingin, big match in dipastikan berlangsung sengit karena kedua tim sama-sama membawa ambisi besar.
Arsenal berpeluang memperlebar jarak di puncak klasemen sekaligus lebih dekat ke gelar juara musim ini. Kemenangan atas Liverpool akan membuat tim asuhan Mikel Arteta unggul delapan poin di puncak klasemen, menyusul kegagalan Manchester City dan Aston Villa meraih kemenangan pada laga sehari sebelumnya.
Sementara Liverpool datang dengan kepercayaan diri setelah mencatat tujuh pertandingan beruntun tanpa kekalahan. Namun, Arsenal akan menguji konsistensi sang juara bertahan, yang juga belum terkalahkan sejak November usai melewati periode performa terburuk sejak era 1950-an.
Secara historis, Liverpool tak terlalu dominan saat bertandang ke markas Arsenal. The Reds hanya memenangi empat dari 25 lawatan liga terakhir ke kawasan N5. Dengan dukungan penuh para Gooners di Emirates Stadium, Arteta berharap anak asuhnya mampu tampil maksimal.
Liverpool Bangkit Perlahan Liverpool sejatinya mengawali musim dengan impresif setelah memenangi lima laga pertama. Namun, sembilan kekalahan dari 12 pertandingan berikutnya di semua kompetisi membuat peluang mempertahankan gelar kian menipis. Saat ini, tim asuhan Arne Slot berada di posisi 4, tertinggal 14 poin dari Arsenal.
Meski begitu, Liverpool perlahan menemukan kembali ritme permainan. Tiga kemenangan beruntun atas Brighton, Tottenham, dan Wolves di sekitar periode Natal membawa mereka kembali ke zona Liga Champions.
Awal tahun 2026 justru menghadirkan hasil kurang maksimal. Liverpool bermain imbang melawan Leeds United dan Fulham, termasuk hasil seri terakhir di mana mereka sempat unggul pada menit ke-94 namun tetap kehilangan poin.
Di ajang Piala FA, Liverpool akan memulai perjalanan dengan menjamu Barnsley pada Senin mendatang. Mereka juga membidik tiket delapan besar Liga Champions. Saat ini berada di peringkat kesembilan, Liverpool telah meraih empat kemenangan dari enam laga, termasuk menaklukkan Inter Milan 1-0 di San Siro bulan lalu.
Kata Pelatih
Mikel Arteta menegaskan Arsenal harus terus membuktikan diri hingga akhir musim. “Setiap pekan kami selalu punya sesuatu yang harus dibuktikan. Ketika berada di posisi seperti sekarang, kami ingin menjaga dan memperlebar keunggulan. Itu membutuhkan determinasi dan keinginan yang sangat besar,” ujar Arteta, dikutip dari laman resmi klub, Kamis (8/1/2026).
Ia juga menyoroti peran penting suporter. “Atmosfer dari pendukung membuat perbedaan besar. Energi, kepercayaan diri, dan hasrat tim dipancarkan dari mereka. Kami membutuhkan itu di setiap pertandingan.”
Sementara itu, Arne Slot mengakui laga melawan Arsenal akan menjadi ujian berat bagi Liverpool. “Jika Anda bisa memenangi pertandingan seperti ini, itu menunjukkan Anda mampu bersaing di level tertinggi. Namun kami tahu ini akan menjadi laga spesial bagi mereka. Kami harus benar-benar siap,” kata Slot.
Skuad Tim Arsenal dipastikan masih kehilangan Riccardo Calafiori dan Cristhian Mosquera akibat cedera, meski keduanya diharapkan kembali dalam beberapa pekan ke depan. Kai Havertz berpeluang masuk skuad setelah absen pada laga sebelumnya, sementara Max Dowman masih menepi karena cedera hamstring.
Di kubu Liverpool, lini depan mengalami krisis pemain. Mohamed Salah sedang membela negaranya di Piala Afrika. Rekrutan mahal Alexander Isak harus absen beberapa bulan akibat cedera pergelangan kaki dan patah tulang kaki. Hugo Ekitike yang sebelumnya absen karena masalah hamstring diharapkan bisa kembali bermain.
Selain itu, Endo Wataru dipastikan menepi selama beberapa pekan akibat cedera pergelangan kaki, sementara bek Italia Giovanni Leoni harus absen sepanjang musim karena cedera ACL.
Rekor Pertemuan
Lebih dari 130 tahun sejak pertemuan pertama Arsenal dan Liverpool—laga Divisi Dua pada 1893 yang dimenangi Liverpool dengan skor telak 5-0—dua raksasa Inggris ini telah saling berhadapan dalam 245 pertandingan kompetitif.
Tak mengherankan, tidak ada satu pun yang benar-benar mendominasi rivalitas ini. Meski begitu, Liverpool unggul dalam jumlah kemenangan dengan 96 laga, dibandingkan 83 milik Arsenal, sementara 66 pertemuan lainnya berakhir imbang.
Dua hasil imbang paling berkesan terjadi pada musim Premier League 2024–25. Total delapan gol tercipta dari dua laga yang sama-sama berakhir 2-2, termasuk duel di Anfield pada Mei 2025 ketika Arsenal bangkit dari ketertinggalan 0-2 untuk mencuri satu poin.
Dalam periode akhir kepelatihan Arsène Wenger, seluruh era Unai Emery, hingga awal masa Mikel Arteta, laga ini kerap didominasi Liverpool. Namun, Arsenal belakangan berhasil membalikkan keadaan, hanya menelan satu kekalahan dari tujuh pertemuan terakhir di Premier League.
Kekalahan tersebut terjadi pada Agustus 2025, saat tendangan bebas spektakuler Dominik Szoboszlai memastikan kemenangan 1-0 bagi Liverpool—hasil yang kemudian membawa The Reds juara Premier League.