Putri Kusuma Wardani menyerah 13-21, 21-15, 16-21 atas wakil Thailand, Ratchanok Intanon, pada laga delapan besar di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Jumat (10/1/2024). Foto: Dok PBSI
JAKARTA, (ERAKINI) - Pupus sudah harapan Indonesia meraih gelar di tunggal putri Malaysia Open 2025, setelah Putri Kusuma Wardani menyerah 13-21, 21-15, 16-21 atas wakil Thailand, Ratchanok Intanon, pada laga delapan besar di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Jumat (10/1/2024).
Jalannya pertandingan, pada gim pertama Intanon langsung menunjukkan dominasinya dengan mengontrol jalannya permainan. Setelah unggul jauh 20-11, meskipun Putri berhasil menahan matchpoint dengan dua poin beruntun, Intanon tetap melanjutkan tekanannya dan menutup gim pertama dengan kemenangan 21-13.
Putri kemudian bangkit di gim kedua dengan penampilan lebih agresif. Dengan semangat yang tinggi, Putri berhasil mengendalikan permainan dan memperpanjang laga ke gim ketiga setelah memenangkan gim kedua 21-15.
Namun, pada gim penentuan, Intanon tampil lebih kuat dan memulai dengan skor 6-0. Putri sempat mengejar dan berhasil memperkecil ketertinggalan hingga 7-8.
Meskipun demikian, pada kedudukan 14-14, Intanon kembali mengambil alih kendali permainan dan mempertahankan keunggulannya hingga menutup gim terakhir dengan 21-16.
“Faktor fisik dan mental pikiran harus ditingkatkan lagi. Selain itu, saya harus bisa mengurangi kesalahan sendiri,” ungkap Putri dalam keterangan singkat PP PBSI menanggapi hasil pertandingan.
Tunggal putri peringkat 17 dunia itu mengakui lawan bermain lebih rapat dibandingkan pada pertemuan pertama keduanya di Malaysia tahun lalu. “Dia lebih ulet dengan mau menahan dan mengejar bola kemana pun saya tempatkan,” kata Putri.
Pada gim ketiga saat Putri sempat tertinggal cukup jauh, ia mencoba bermain panjang dan mengadu reli. Upaya itu membuahkan hasil sampai bisa menyamakan kedudukan. Namun, karena dia bermain terburu-buru, lawan bisa mengejar dan berbalik unggul.
“Saya terburu-buru mau mematikan, berpikirnya bukan pola permainan tapi terus menyerang padahal Ratchanok sudah siap dan antisipasi. Dia pun sengaja memancing saya untuk terus menyerang dia,” sebut Putri.
Tetapi Putri mengaku senang bisa memberikan penampilan yang baik pada turnamen pembuka tahun ini. “Cukup bagus untuk mengawali tahun 2025, apalagi ini turnamen Super 1000,” kata dia.
Dengan kekalahan Putri ini, Indonesia hanya memiliki harapan pada ganda putri Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti (Lanny/Fadia), yang dijadwalkan bertanding melawan wakil China, Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian, pada pukul 15.40 WIB.
Sebelumnya, pebulu tangkis tunggal putra andalan Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, juga harus mengubur mimpinya di Malaysia Open 2025, setelah kalah dari wakil Thailand, Kunlavut Vitidsarn. Ginting kalah dengan skor 7-21, 10-21 pada babak 16 besar yang berlangsung di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Kamis (9/1/2025).
Kekalahan pebulu tangkis peringkat 10 dunia ini sekaligus mengubur asa tim Indonesia untuk juara di nomor tunggal putra. Sebab, Anthony Ginting menjadi satu-satunya tunggal putra yang melaju di babak 16 besar.
Selain Ginting, Indonesia juga harus mengubur impian untuk juara di nomor ganda campuran setelah pasangan Dejan Ferdiansyah/Gloria Emanuelle Widjaja tersingkir oleh pasangan Jepang, Hiroki Midorikawa/Natsu Saito, di babak yang sama.
Di nomor ganda putra, pasangan Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Reza Pahlevi juga gagal melanjutkan langkah mereka setelah kalah dari ganda Inggris Ben Lane/Sean Vendy dengan skor 16-21, 14-21.