De la Fuente Ungkap Senjata Utama Spanyol di Piala Dunia 2026
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) – Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, menegaskan bahwa kualitas individu semata tidak akan cukup untuk membawa La Roja menjuarai Piala Dunia 2026. Menurutnya, kekuatan utama Spanyol justru terletak pada soliditas dan kerja sama tim yang telah dibangun sejak lama.
Sebagai juara Eropa sekaligus salah satu favorit juara dunia, Spanyol datang ke turnamen dengan skuad bertabur talenta muda, termasuk bintang muda sensasional Lamine Yamal. Namun De la Fuente menilai kesuksesan hanya bisa diraih jika seluruh pemain mampu menempatkan kepentingan tim di atas ambisi pribadi.
“Bakat individu saja tidak cukup untuk memenangkan turnamen besar. Anda mungkin bisa memenangkan pertandingan, tetapi tidak turnamen. Kerja sama tim adalah salah satu kekuatan terbesar kami,” ujar De la Fuente dalam wawancara bersama FIFA, dikutip Rabu (27/5/2026).
Pelatih berusia 64 tahun itu mengaku bangga melihat banyak pemain yang pernah ia latih sejak level junior kini menjadi tulang punggung tim nasional senior Spanyol. Hubungan emosional yang telah terjalin bertahun-tahun disebutnya menjadi fondasi penting bagi kekompakan skuad La Roja.
“Saya mengenal sebagian besar pemain ini sejak mereka berusia 10 atau 12 tahun. Kami tumbuh bersama. Hubungan kami lebih dari sekadar pelatih dan pemain,” katanya.
Spanyol akan memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Cabo Verde di Atlanta. Meski datang dengan status unggulan, De la Fuente menolak timnya terlena oleh label favorit.
Menurutnya, persaingan di Piala Dunia kali ini jauh lebih berat dibandingkan edisi-edisi sebelumnya karena banyak negara memiliki kualitas dan mental juara yang sama kuat.
“Ada begitu banyak kandidat juara. Itu seharusnya tidak menjadi beban bagi kami. Kami sampai di titik ini berkat kerja keras dan performa kolektif,” ucapnya.
De la Fuente juga menaruh perhatian besar terhadap perkembangan Lamine Yamal yang kini menjadi ikon baru sepak bola Spanyol. Ia menegaskan fokus utama tim pelatih bukan hanya mengembangkan kemampuan teknis sang pemain muda, tetapi juga membentuk karakter dan mentalitasnya.
“Dia sangat haus untuk berkembang dan selalu ingin belajar. Selama terhindar dari cedera, dia memiliki semua syarat untuk meraih kesuksesan besar,” tutur De la Fuente.
Mantan pelatih tim muda Spanyol itu berharap generasi La Roja saat ini dapat dikenang seperti era emas yang dipimpin Vicente del Bosque — bukan hanya karena prestasi, tetapi juga karena nilai kebersamaan dan sikap rendah hati yang mereka tunjukkan di dalam maupun luar lapangan.
Bagi De la Fuente, kesuksesan Spanyol di Piala Dunia tidak hanya diukur dari trofi, tetapi juga dari semangat juang yang diperlihatkan tim di setiap pertandingan.
“Kami ingin memainkan setiap laga seolah itu pertandingan terakhir kami. Yang kami tuntut hanyalah kerja keras, usaha, dan dedikasi. Hasil akan mengikuti,” pungkasnya.


















