Marc Marquez kembali menunjukkan kelasnya di MotoGP. Di Liqui Moly Grand Prix Jerman yang berlangsung pada Minggu (13/7/2025) malam, Marquez tampil nyaris sempurna. Foto: MotoGP
JAKARTA, (ERAKINI) - Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) kembali menunjukkan kelasnya di MotoGP. Di Liqui Moly Grand Prix Jerman yang berlangsung pada Minggu (13/7/2025) malam, Marquez tampil nyaris sempurna.
Dalam start ke-200 sepanjang kariernya, Marquez menyalip legenda Giacomo Agostini dalam daftar kemenangan terbanyak di dengan torehan ke-69, sekaligus mengukuhkan statusnya sebagai Raja Sachsenring.
Alex Marquez (BK8 Gresini Racing MotoGP) juga mencuri perhatian. Di start ke-100-nya, ia tampil luar biasa dan finis kedua meski sedang mengalami cedera. Sementara itu, Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo Team) bangkit dan menutup podium di posisi ketiga setelah drama tabrakan di barisan depan.
Dikutip dari laman resmi MotoGP, ancaman hujan sempat menghantui sirkuit Jerman, namun cuaca akhirnya bersahabat. Saat lampu start padam, Marc Marquez langsung mengamankan holeshot. Fabio Di Giannantonio (Pertamina Enduro VR46 Racing Team) melesat dari posisi ke-6 ke P3, sementara Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) naik ke P2. Johann Zarco (CASTROL Honda LCR) justru melorot ke P5 meski start dari baris depan.
Di Giannantonio dan Bezzecchi sempat saling tukar posisi P2 di lap pembuka, sebelum Diggia mengunci posisi itu di Tikungan 12. Di belakang mereka, Alex Marquez mulai menekan Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory Racing). Sementara itu, Marc Marquez di depan seolah tak tersentuh, unggul 0,7 detik di akhir Lap 3.
Drama datang lebih awal. Pedro Acosta terjatuh di Tikungan 2 saat berada di P5, memupus harapan KTM untuk naik podium di Sachsenring. Bagnaia pun naik ke P5, sementara Alex Marquez terus membayangi Bezzecchi.
Marc Marquez makin tak terkejar. Ia menjadi satu-satunya pembalap yang konsisten mencatat waktu di angka 1:20 detik. Di Lap 8 dari 30, jaraknya melebar jadi 1,7 detik. Memasuki Lap 16, Marquez unggul lebih dari 3 detik.
Di Giannantonio mulai kehilangan grip, dan pada Lap 18, ia jatuh di Tikungan 1. Tak lama, Zarco juga terhempas di tikungan yang sama. Dua dari enam besar pun harus keluar dari balapan.
Alex Marquez pun naik ke P3 dan hanya berjarak 1,2 detik dari Bagnaia di belakangnya. Namun, Tikungan 1 kembali "memakan korban". Kali ini Bezzecchi yang terjatuh, membuat Marquez bersaudara memimpin 1–2, dengan Pecco di posisi ketiga.
Tikungan 1 benar-benar menyulitkan pembalap. Dalam perebutan posisi 10 besar, Ai Ogura (Trackhouse MotoGP Team) menabrak Joan Mir (Honda HRC Castrol). Sementara itu, Lorenzo Savadori (Aprilia Racing) juga jatuh di titik yang sama.
Di barisan depan, tak ada perubahan berarti. Marc Marquez melenggang mulus meraih kemenangan ke-9 di Sachsenring, sekaligus memperkuat dominasinya di sirkuit ini. Alex Marquez finis kedua dengan tangan kiri yang retak, sementara Bagnaia mengamankan P3 usai hari Sabtu yang sulit.
Dalam perebutan posisi keempat, Fabio Quartararo menahan tekanan Fermin Aldeguer (BK8 Gresini Racing MotoGP) dan menyegel P4 dan P5. Luca Marini (Honda HRC Castrol) tampil impresif dan finis P6 — hasil terbaiknya untuk HRC sejauh ini — usai duel sengit melawan Brad Binder (P7) dan Jack Miller (P8).
Raul Fernandez (Trackhouse MotoGP Team) dan Alex Rins (Monster Energy Yamaha MotoGP) menutup posisi 10 besar dalam balapan penuh drama dan kecelakaan di Sachsenring.
Dengan kemenangan ini, Marc Marquez tak hanya memperpanjang rekor kemenangannya di Sachsenring menjadi 9 kali, tapi juga menunjukkan bahwa gelar dunia ke-7 MotoGP kini semakin dekat. Dominasi dan konsistensinya musim ini adalah bukti nyata bahwa ia telah kembali ke performa terbaiknya.
Selanjutnya, tantangan akan datang dari Brno, Republik Ceko. Tapi pertanyaannya bukan apakah Marc Marquez bisa menang lagi, melainkan siapa yang benar-benar bisa menghentikannya?