Vinicius Junior menjebol gawang Real Sociedad pada lanjutan Liga Spanyol 2025-2026. (PIERRE-PHILIPPE MARCOU/AFP)
MADRID, (ERAKINI) - Real Madrid meraih kemenangan telak 4-1 atas Real Sociedad pada laga lanjutan Liga Spanyol di Santiago Bernabeu, Sabtu (14/2/2026). Vinicius Junior tampil menentukan di laga tanpa Kylian Mbappe dengan memaksa lawan melakukan dua pelanggaran di kotak penalti yang berujung dua gol.
Kemenangan ini membuat Real Madrid 'tidur' sebagai pemuncak klasemen setelah mencatatkan kemenangan kedelapan secara beruntun di kompetisi liga.
Di sisi lain, hasil tersebut menjadi kekalahan pertama bagi pelatih Real Sociedad, Pellegrino Matarazzo, sejak menangani tim dalam 10 pertandingan terakhir.
Performa Sociedad menurun, diduga akibat kelelahan setelah menjalani laga berat di ajang Copa del Rey. Real Madrid tampil lebih segar setelah mendapat jeda dua pekan tanpa pertandingan.
Kondisi fisik yang lebih bugar membuat mereka lebih dominan menghadapi Sociedad yang baru saja menguras energi dalam duel di San Mames.
Meski tanpa Mbappe, ketajaman Real Madrid tetap terlihat. Dari tiga tembakan tepat sasaran di babak pertama, semuanya berbuah gol. Secara total, Madrid mencetak empat gol dari lima tembakan yang mengarah ke gawang.
Pelatih Real Madrid, Arbeloa, memilih tidak mengambil risiko dengan memaksakan Mbappe bermain karena masalah pada lutut. Ia kembali memberi kepercayaan kepada Gonzalo yang dipasang sebagai penyerang utama.
Keputusan itu langsung terbayar. Pada menit kelima, Gonzalo membuka keunggulan lewat penyelesaian satu sentuhan usai menerima umpan akurat dari Trent. Gol tersebut menjadi momen spesial bagi Gonzalo karena ia mencetak gol di Bernabeu.
Real Sociedad sempat menyamakan kedudukan setelah Huijsen melakukan kesalahan fatal di area pertahanan. Ia menjatuhkan Wesley di kotak penalti dan Oyarzabal yang menjadi eksekutor sukses menyelesaikan tugasnya.
Namun, hanya empat menit berselang, Real Madrid kembali unggul. Vinicius menjadi aktor utama setelah ia melewati Aramburu yang kemudian menjatuhkannya. Wasit menunjuk titik putih dan Vinicius mengeksekusi penalti dengan tenang menggunakan gaya “paradiña”.
Masalah bagi Sociedad makin menumpuk karena kelemahan lini belakang mereka terus dihukum Madrid. Gol ketiga datang lewat Fede Valverde yang kembali bermain di posisi naturalnya. Ia melepaskan tembakan dari tepi kotak penalti yang mengarah ke sudut gawang, mengingatkan pada gaya Toni Kroos.
Sociedad melakukan rotasi akibat kelelahan, namun tetap kesulitan menandingi fisik lini tengah Real Madrid yang dipimpin Tchouameni.
Masuknya Guedes selepas jeda juga tidak mengubah keadaan karena pertandingan pada dasarnya sudah ditentukan sejak babak pertama.
Vinicius kemudian kembali mencetak gol lewat penalti kedua pada awal babak kedua.
Ia melakukan aksi individu dengan melewati Aramburu lewat terowongan (nutmeg) sebelum kembali dijatuhkan. Penalti kedua ini sempat menuai protes, namun Vinicius tetap sukses mengeksekusinya dengan tembakan keras menyilang.
Saat kemenangan sudah di tangan, Real Madrid mulai mengendurkan intensitas demi menghemat tenaga jelang Liga Champions. Arbeloa memberi kesempatan bermain kepada Carvajal selama setengah jam, pada laga yang juga menjadi salah satu penampilan terbaik Trent.
Real Sociedad sempat memiliki beberapa peluang untuk memperkecil skor. Jon Martin gagal memanfaatkan sundulan, Courtois melakukan penyelamatan penting dari peluang Aihen, dan gol Oskarsson dianulir karena offside.
Pada babak kedua, Gonzalo hampir mencetak gol kedua, namun upayanya digagalkan Jon di garis gawang. Vinicius juga sempat mencetak gol ketiganya, tetapi dianulir karena posisi offside.
Dengan hasil ini, Real Madrid semakin percaya diri jelang duel krusial Liga Champions melawan Benfica asuhan Jose Mourinho di Da Luz, yang disebut bakal menjadi penentu arah musim mereka.