Ratu Tisha saat mengisi kegiatan di Institut Teknologi Bandung (Foto: ITB)
JAKARTA, (ERAKINI) - Nama Ratu Tisha Destria kembali ramai diperbincangkan publik setelah muncul desakan warganet agar ia menggantikan Erick Thohir sebagai Ketua Umum PSSI. Seruan itu menguat di media sosial usai kekalahan Timnas Indonesia dari Arab Saudi dengan skor 2-3 pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2026, Kamis (9/10/2025).
Tagar #RatuTishaForKetumPSSI pun menjadi trending, mencerminkan harapan sebagian publik terhadap sosok yang dinilai berintegritas dan berpengalaman di dunia sepak bola nasional. Banyak warganet menilai, latar belakang akademik dan profesional Ratu Tisha menjadi modal kuat untuk membawa perubahan dalam tubuh PSSI.
Meski sempat dicopot dari jabatannya sebagai Ketua Komite Teknis dan Pengembangan PSSI pada 16 September 2025, Ratu Tisha masih menjadi bagian penting dalam struktur organisasi sepak bola nasional. Ia saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum II PSSI periode 2023-2027.
Dalam posisi tersebut, Ratu Tisha berperan dalam merancang arah kompetisi, memperkuat hubungan internasional, serta mengembangkan infrastruktur sepak bola Indonesia. Dengan demikian, meski tidak berada di posisi paling atas, pengaruhnya di balik layar tetap signifikan dalam menentukan arah kebijakan sepak bola Tanah Air.
Dirangkum erakini dari berbagai sumber pada Jumat (10/10/2025), Ratu Tisha Destria lahir pada 30 Desember 1985. Dia dikenal sebagai perempuan pertama yang menjabat Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, sekaligus perempuan pertama yang menduduki posisi Wakil Ketua Umum dalam sejarah organisasi tersebut.
Lulusan Matematika Institut Teknologi Bandung (ITB) ini mengawali karier profesionalnya di perusahaan jasa perminyakan Schlumberger pada 2008. Penugasannya membawanya ke berbagai negara seperti Mesir, Amerika Serikat, Inggris, dan Tiongkok, serta memberinya kemampuan menguasai lima bahasa asing.
Kecintaannya pada sepak bola membuat Tisha melanjutkan pendidikan di FIFA Master Program di International Centre for Sports Studies (CIES), tempat ia lulus dengan predikat memuaskan yaitu peringkat ke-7 dari 28 peserta dari seluruh dunia.
Jejak di dunia sepak bola
Sepulang dari program FIFA Master, Tisha dipercaya menjadi Direktur Kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) pada 2016. Sukses di ajang itu mengantarkannya menduduki jabatan Sekjen PSSI periode 2017–2020. Ia juga terpilih sebagai Wakil Presiden Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF) pada 2019, sebelum akhirnya mengundurkan diri dari jabatan Sekjen pada April 2020.
Pada 2023, Tisha kembali dipercaya memegang posisi strategis sebagai Wakil Ketua Umum II PSSI. Dengan rekam jejaknya yang panjang di dunia manajemen olahraga, tak heran bila banyak pihak menilai dirinya sebagai figur potensial untuk memimpin reformasi sepak bola Indonesia.