Nama Patrick Kluivert menguat dalam daftar terdepan calon pelatih Timnas Indonesia menggantikan Shin Tae-yong (STY) yang baru saja dipecat PSSI. Foto: Dok FC Barcelona
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, belum membeberkan pelatih baru Timnas Indonesia pengganti STY yang punya tugas membawa Timnas Indonesia lolos Piala Dunia 2026.
Namun, Erick mengaku sudah mewawancarai sejumlah kandidat pelatih Timnas Indonesia. Dari sejumlah kandidat itu PSSI sudah memutuskan satu nama.
"Untuk pelatih yang diinterviu ada tiga nama dan juga beberapa asisten sebagai opsi untuk mendampingi pelatih. Karena kita yakini tidak ada pelatih yang sempurna. Masing-masing pelatih punya kekurangan," ujar Erick dalam konferensi pers, Senin (6/1/2025) siang.
Sejumlah nama telah santer beredar untuk menggantikan STY. Salah satunya adalah Patrick Kluivert. "Memang salah satu kandidat yang saya intreviu salah satunya yang disebutkan tadi. Tapi daripada menebak-nebak, nanti tanggal 11 sampai, tanggal 12 ada konferensi pers jam 4 sore, lebih baik media bertanya langsung kepada pelatih yang sudah kita sepakati," kata Erick.
Patrick Kluivert merupakan salah satu legenda sepak bola Belanda. Pemain yang bersinar pada akhir tahun 1990-an hingga 2000-an ini dikenal dengan kemampuan luar biasa sebagai striker yang memiliki teknik, kecepatan, dan naluri mencetak gol yang tajam.
Meskipun kariernya sebagai pemain dihiasi dengan banyak gelar dan pencapaian luar biasa, namun perjalanan Kluivert sebagai pelatih belum begitu menggembirakan.
Patrick Kluivert lahir pada 1 Juli 1976 di Amsterdam, Belanda. Ia memulai karier profesionalnya di Ajax Amsterdam pada usia muda dan langsung mencuri perhatian dengan permainan impresifnya.
Bersama Ajax, Kluivert meraih berbagai gelar bergengsi, di antaranya kemenangan Liga Champions pada 1995. Kluivert menjadi bagian integral dari tim yang sangat dominan di Eropa pada era tersebut.
Setelah sukses besar di Ajax, Kluivert melanjutkan kariernya ke klub-klub besar Eropa. Ia bermain untuk AC Milan dan kemudian meraih kesuksesan besar di Barcelona.
Di Camp Nou, Kluivert menjadi salah satu pencetak gol terbaik klub, meraih sejumlah gelar domestik dan tampil dalam berbagai kompetisi internasional. Kehebatannya di Barcelona tidak bisa dilepaskan dari ketajaman insting golnya yang tajam.
Kluivert juga merasakan atmosfer Liga Premier Inggris bersama Newcastle United, serta bermain di Valencia, PSV Eindhoven, dan akhirnya mengakhiri kariernya sebagai pemain di Lille pada 2008.
Di level internasional, Kluivert juga sangat berjaya, mencetak 40 gol dari 79 caps bersama timnas Belanda, serta tampil di turnamen besar seperti Piala Dunia 1998 dan Euro 2000.
Setelah pensiun dari dunia sepak bola pada tahun 2008, Kluivert memulai perjalanan karier baru sebagai asisten pelatih di AZ. Dia kemudian melanjutkan perannya sebagai asisten pelatih di Brisbane Roar, NEC, dan timnas Belanda yang saat itu diasuh oleh Louis van Gaal. Kluivert juga memperoleh pengalaman internasional dengan melatih timnas Curacao pada 2015–2016 dan menjadi asisten pelatih di timnas Kamerun pada 2018-2019.
Meski memiliki pengalaman di berbagai klub dan tim nasional, perjalanan Kluivert sebagai pelatih kepala belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Salah satu pencapaian terbesarnya adalah saat melatih tim muda FC Twente U-21, yang berhasil meraih juara Beloften Eredivisie pada 2011-2012, kompetisi kasta tertinggi untuk tim cadangan di Liga Belanda. Namun, kesuksesan di level ini masih jauh dari pencapaian yang ia raih saat bermain sebagai pemain profesional.
Pada 2021, Kluivert sempat kembali menjadi pelatih interim timnas Curacao, namun perjalanan kariernya sebagai pelatih kepala tidak selalu mulus. Salah satu periode yang paling mencolok adalah saat ia melatih klub Liga Turki, Adana Demirspor, pada tahun 2023. Meski hanya bertugas selama enam bulan, Kluivert dipecat pada Desember 2023 setelah hasil yang kurang memuaskan bersama klub tersebut.
Meskipun begitu, Kluivert tetap dihormati sebagai salah satu legenda sepak bola Belanda. Dengan berbagai pengalaman di lapangan dan di luar lapangan, mantan bintang Barcelona ini punya target besar membawa Indonesia ke ajang Piala Dunia 2026.
Karier Kluivert sebagai pemain:
- 1994–1997: Ajax Amsterdam
- 1997–1998: AC Milan
- 1998–2004: Barcelona
- 2004–2005: Newcastle United
- 2005–2006: Valencia
- 2006–2007: PSV Eindhoven
- 2007–2008: Lille.
Karier Kluivert sebagai pelatih:
- 2008–2010: AZ (Asisten Pelatih)
- 2010: Brisbane Roar (Asisten Pelatih)
- 2010–2011: NEC (Asisten Pelatih)
- 2011–2012: Jong Twente (Pelatih Tim Muda)
- 2012–2014: Belanda (Asisten Pelatih)
- 2015–2016: Curacao (Pelatih Kepala)
- 2016: Ajax (Pelatih Tim Muda)
- 2018–2019: Kamerun (Asisten Pelatih)
- 2021: Curacao (Pelatih Interim)
- 2023: Adana Demirspor (Pelatih Kepala).