Indonesia masih memilik peluang lolos ke Olimpiade 2024 Paris usai kalah dari Uzbekistan. Namun, Prancis dan Argentina sudah menanti. Foto: Ilustrasi/PSSI/Dok
JAKARTA, (ERAKINI) - Timnas Indonesia masih memilik peluang lolos ke Olimpiade 2024 Paris usai Garuda Muda gagal melaju ke final Piala Asia U-23 2024. Namun, tim-tim tangguh seperti Prancis dan Argentina, sudah menanti.
Timnas Indonesia U-23 kalah menyakitkan dari Uzbekistan pada babak semifinal di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, Senin (29/4/2024) malam WIB. Dengan kekalahan ini Indonesia gagal ke final sekaligus mendapatkan tiket otomatis ke Paris.
Kendati demikian, Garuda Muda masih memiliki peluang lolos ke Olimpiade 2024 melalui dua skenario Untuk berkompetisi di Olimpiade, pembagian slot bermain adalah tuan rumah mendapat satu slot, sementara sisanya diberikan kepada konfederasi-konfederasi benua-benua di dunia.
Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA) 3 slot, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) 3 slot, Konfederasi Sepak Bola Asosiasi Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF) 2 slot, Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL) 2 slot, dan Konfederasi Sepak Bola Oseania (OFC) 1 slot.
Satu slot terakhir diperebutkan melalui playoff antara perwakilan AFC dan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF). Dalam skenario pertama setelah Indonesia kalah dari Uzbekistan, Garuda Muda harus memenangkan pertandingan perebutan posisi ketiga antara Jepang dan Irak.
Jika pun Indonesia kalah dalam pertandingan perebutan posisi ketiga, masih ada satu peluang terakhir. Peringkat empat dari Asia akan menghadapi wakil dari CAF, yaitu Guinea, untuk memprebutkan satu slot tersisa. Play off ini dijadwalkan pada 9 Mei 2024 di Jepang.
Merujuk pada pembagian grup cabang sepak bola Olimpiade yang sudah dirilis, baik peringkat tiga maupun play off sama-sama dinanti negara-negara juara dunia. Tetapi, pembagian grup relatif sedikit lebih ringan bagi play off jika dibandingkan lolos melalui tiket otomatis peringkat kedua dan ketiga.
Juara AFC Cup U-23 akan bergabung di Grup D bersama Paraguay, Mali, dan Israel. Sementara runner up AFC-U-23 bergabung di Grup C bersama Spanyol, Mesir, dan Republik Dominika.
Justru Grup neraka dihuni peringkat 3 AFC Cup U-23, yakni bersama Argentina, Maroko, dan Ukraina di Grup B. Adapun pemenang play off AFC vs CAF menempati Grup A bersama tuan rumah Prancis, Amerika Serikat, dan Selandia Baru. Di Grup A relatif hanya tuan rumah Prancis yang tergolong tangguh.
Meski demikian, jalur play off AFC vs CAF bukan pilihan mudah bagi Indonesia, mengingat lawan yang dihadapi bukan tim lemah. Guinea memiliki sejarah yang cukup kuat dalam sepakbola Afrika dan telah menampilkan pemain-pemain berkualitas di tingkat internasional.
Meskipun belum pernah memenangkan Piala Afrika, mereka telah menjadi peserta tetap dalam turnamen tersebut dan seringkali memberikan pertandingan yang menarik.
Prestasi terkemuka Guinea termasuk mencapai semifinal Piala Afrika pada tahun 1976 dan mencapai babak perempat final pada beberapa kesempatan lainnya. Mereka juga sering menjadi peserta dalam kualifikasi Piala Dunia FIFA.