Prancis memburu tiket ke final ketiga secara beruntun dan Paraguay berpotensi menjadi korban berikutnya saat kedua tim bentrok di Philadelphia, Minggu (5/7/2026) pagi WIB. Foto: Ilustrasi
JAKARTA, (ERAKINI) —Prancis terus menunjukkan aura kandidat juara setelah melaju mulus menuju babak 16 besarPiala Dunia 2026. Les Bleus kini memburu tiket ke final ketiga secara beruntun dan Paraguay berpotensi menjadi korban berikutnya saat kedua tim bentrok di Philadelphia, Minggu (5/7/2026) pagi WIB.
Banyak pihak sebelumnya memprediksi Jerman akan menjadi lawan Prancis di fase ini. Namun, tim asuhan Julian Nagelsmann justru tumbang secara dramatis dari Paraguay lewat adu penalti setelah tampil lamban dan minim kreativitas sepanjang pertandingan.
Paraguay bertahan habis-habisan selama 120 menit untuk meredam tekanan Jerman sebelum akhirnya menang lewat drama tos-tosan. Jose Canale menjadi pahlawan setelah mencetak penalti penentu kemenangan yang memastikan langkah sensasional Los Guaraníes ke 16 besar. Meski sukses membuat kejutan besar, tantangan sesungguhnya baru dimulai bagi Paraguay.
Prancis datang dengan performa yang jauh lebih menakutkan dibanding Jerman. Setelah mengemas 10 gol di fase grup, tim asuhan Didier Deschamps tanpa kesulitan menyingkirkan Swedia di babak 32 besar. Total, Les Bleus sudah mencetak 13 gol dan menjadi tim paling produktif di turnamen sejauh ini.
Dengan kualitas skuad yang dimiliki, Prancis kini dianggap sebagai salah satu favorit utama juara dunia. Jika berhasil mengangkat trofi di New Jersey akhir bulan nanti, generasi ini bahkan berpotensi dikenang sebagai salah satu tim nasional terbaik sepanjang sejarah sepak bola.
Didier Deschamps dinilai sukses membangun tim yang seimbang tanpa membuat permainan Prancis terlalu rumit. Ia memaksimalkan kualitas luar biasa para pemain depan yang kini menjadi mimpi buruk bagi setiap lawan.
Prancis memiliki kombinasi lini serang yang nyaris mustahil dihentikan. Kecepatan, kreativitas, dan ketajaman para penyerangnya membuat Les Bleus tampil sangat eksplosif sepanjang turnamen.
Bahkan, opsi seperti Bradley Barcola atau Désiré Doué yang kerap menjadi pilihan tambahan tetap memiliki kualitas kelas dunia. Chemistry antarpemain depan Prancis juga terlihat semakin matang dari laga ke laga.
Secara statistik, hanya Brasil yang memiliki angka expected goals (xG) lebih tinggi dibanding Prancis. Menurut data Opta, Brasil mencatat xG 9,42, sementara Les Bleus berada tepat di belakang dengan 9,20.
Meski masih memiliki sedikit celah saat kehilangan bola, kekuatan ofensif Prancis dinilai terlalu besar untuk dibendung Paraguay. Satu-satunya cara mengalahkan Les Bleus adalah mencetak gol lebih banyak dari mereka — sesuatu yang diyakini sulit dilakukan Paraguay.
Selain menghadapi lawan yang jauh lebih kuat, Paraguay juga dibayangi kelelahan fisik dan mental setelah pertarungan panjang melawan Jerman. Bermain 120 menit dengan intensitas tinggi diperkirakan menguras stamina para pemain, meski mereka mendapat tambahan waktu istirahat satu hari lebih banyak.
Paraguay memang dikenal memiliki semangat juang tinggi dan pertahanan disiplin. Namun, menahan gempuran Prancis selama 90 menit penuh akan menjadi ujian yang jauh berbeda dibanding saat menghadapi Jerman.