Skuad Guinea U-23 yang banyak diisi pemain berkarier di luar negeri. Foto: IG @sylinational
JAKARTA, (ERAKINI) - Timnas Indonesia harus menghadapi jalan terjal untuk lolos ke Olimpiade Paris 2024. Setelah kalah dari Irak pada perebutan peringkat ketiga Piala Asia U-23 2024, Indonesia harus melakoni laga playoff melawan Guinea U-23.
Lawan yang dihadapi Indonesia dalam babak playoffOlimpiade Paris 2024 ini bukan sembarangan. Skuad banyak diisi pemain yang berkarier di luar negeri.
Menurut Transfermarkt, terdapat 20 pemain dalam skuad Timnas U-23 Guinea yang bermain di luar negeri. Dari jumlah tersebut, 16 di antaranya menjalani karier mereka di Eropa.
Prancis, yang menjadi tuan rumah Olimpiade 2024, menjadi tujuan terbanyak pemain Guinea U-23. Sebanyak empat pemain Timnas Guinea U-23 bermain di kasta kedua Liga Prancis.
Dari total 16 pemain yang berkarier di benua Eropa, salah satu pemain yang patut diwaspadai Timnas Indonesia adalah Algassime Bah. Bah, yang saat ini membela klub elite Yunani, Olympiacos, telah mengoleksi 11 gol dan dua assist dari 27 pertandingan yang dilakoninya.
Secara peringkat, Timnas Indonesia juga jauh di bawah Guinea. Indonesia saat ini menempati peringkat 134 FIFA, sementara Guinea berada di peringkat 76. Namun, jika melihat pencapaian Garuda Muda di Piala Asia U-23 2024, memang perbedaan peringkat ini tidak menjadi patokan.
Indonesia telah membuktikan mampu melewati tim-tim dengan peringkat jauh di atasnya. Garuda Muda telah mengalahkan sejumlah tim yang memiliki peringkat FIFA lebih tinggi daripada Guinea. Yordania, yang menduduki peringkat 71, Australia (24), dan Korea Selatan (23) adalah beberapa tim besar yang berhasil disingkirkan Garuda Muda dari turnamen dua tahunan Piala Asia U-23
Guinea merupakan kekuatan baru di Afrika, sama seperti Garuda Muda yang debutnya di Piala Asia U-23 2024 tidak diperhitungkan. Guinea juga bukan tim unggulan di Piala Afrika U-23 2023.
Selama fase grup Piala Afrika U-23 2023, Guinea tidak menunjukkan performa yang sangat mengesankan jika dibandingkan dengan capaian Indonesia di Piala Asia U-23 2024. Guinea hanya meraih satu kemenangan, satu kekalahan, dan satu hasil imbang, dengan mencetak lima gol dan kebobolan empat gol.
Meskipun begitu, Timnas Indonesia harus tetap waspada. Sebagai tim Afrika, Guinea memiliki keunggulan fisik yang bisa menyulitkan Merah Putih.
Terlebih lagi, 20 dari 27 pemain dalam skuad Guinea U-23 bermain di luar negeri, dengan 16 di antaranya bermain di liga-liga Eropa seperti Prancis, Spanyol, Turki, Yunani, dan Belgia, hingga Jerman.
Berikut daftar 16 pemain Timnas Guinea U-23 yang berkarier di Eropa:
Prancis:
Elhadj Bah (USL Dunkerque)
Ousmane Camara (FC Annecy)
Madiou Keita (AJ Auxerre)
Lassana Diakhaby (Valenciennes FC U19)
Jerman:
Momo Cisse (Stuttgart II/kontrak berakhir sejak Januari 2024)
Pertandingan hidup mati Timnas Indonesia U-23 vs Guinea dalam perebutan tiket terakhir Olimpiade dijadwalkan berlangsung pada 9 Mei mendatang di Prancis.
Laga ini menjadi momentum penting bagi kedua negara untuk kembali merasakan aura Olimpiade, panggung olahraga terbesar di dunia.
Indonesia dan Guinea, sama-sama baru merasakan satu kali penampilan di Olimpiade. Indonesia pertama kali tampil di Olimpiade pada tahun 1956.
Saat itu, Timnas Indonesia yang diperkuat oleh pemain-pemain seperti Maulwi Saelan dan Ramang, bermain dua kali di babak perempat final melawan Uni Soviet. Setelah pertandingan pertama berakhir dengan skor 0-0, Indonesia kemudian kalah dengan skor empat gol tanpa balas pada pertemuan kedua.
Sementara Guinea terakhir kali berlaga di Olimpiade pada tahun 1968. Pada saat itu, Guinea menempati posisi juru kunci di fase grup.