MAKKAH, (ERAKINI) - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI melaporkan sebanyak 323 kelompok terbang (kloter) dengan total 125.243 jemaah haji dan 1.289 petugas haji telah diberangkatkan ke Arab Saudi hingga Minggu (10/5/2026).
Dari jumlah tersebut, sebanyak 204 kloter dengan 78.946 jemaah dan 816 petugas kini telah berada di Makkah setelah bergerak dari Madinah. Para jemaah menjalani umrah wajib sekaligus mempersiapkan diri menghadapi puncak ibadah haji.
Sementara itu, proses kedatangan jemaah gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport (KAAIA) Jeddah juga terus berlangsung.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 47 kloter dengan 17.861 jemaah dan 189 petugas telah tiba di Arab Saudi. Selain itu, sebanyak 3.266 jemaah haji khusus juga telah berada di Tanah Suci.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Ichsan Marsha, mengatakan perlindungan jemaah dimulai dari kepatuhan terhadap aturan resmi, termasuk penggunaan visa haji yang sah.
“Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Arab Saudi memiliki komitmen yang sama bahwa ibadah haji harus dilaksanakan melalui jalur resmi. Karena itu kami kembali mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur tawaran berhaji menggunakan visa selain visa haji,” kata Ichsan di Makkah, Minggu (10/5/2026).
Menurut dia, praktik haji nonprosedural tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga berisiko terhadap keselamatan jemaah karena berada di luar sistem perlindungan resmi pemerintah.
Untuk mencegah praktik tersebut, Kemenhaj bersama sejumlah kementerian dan lembaga membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penegakan Hukum Haji Nonprosedural.
“Satgas ini dibentuk untuk melindungi masyarakat dari praktik pemberangkatan haji ilegal dan menindak pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan niat suci masyarakat untuk berhaji,” ujarnya.
Satgas tersebut melibatkan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Bareskrim Polri.
Di sisi lain, Kemenhaj juga mengingatkan jemaah agar menjaga kondisi fisik menjelang puncak ibadah haji. Pasalnya, suhu udara di Makkah dan Madinah saat ini berkisar antara 38 hingga 42 derajat Celsius.
Jemaah diminta mengurangi aktivitas yang tidak mendesak, terutama pada siang hari, memperbanyak konsumsi air putih, menjaga pola makan, serta memaksimalkan waktu istirahat.
“Puncak haji adalah fase ibadah yang sangat membutuhkan stamina. Jangan sampai tenaga habis sebelum waktunya. Utamakan ibadah wajib, kurangi aktivitas yang menguras fisik, dan segera laporkan jika mengalami gangguan kesehatan sekecil apa pun,” kata Ichsan.
Ia juga meminta perhatian khusus diberikan kepada jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, serta jemaah dengan penyakit penyerta atau komorbid agar selalu didampingi dan aktif berkoordinasi dengan petugas kesehatan.
“Layanan kesehatan kami siaga 24 jam, tetapi keberhasilan menjaga kesehatan sangat bergantung pada kedisiplinan jemaah sendiri. Jangan menunda melapor jika merasa tidak sehat,” tuturnya.