Search

Terminal Ajyad Makkah Kian Padat, PPIH Terapkan Strategi Pengaturan Bus dan Arus Jemaah

MAKKAH, (ERAKINI) - Terminal Ajyad di Makkah mulai mengalami peningkatan kepadatan dalam tiga hari terakhir, terutama menjelang dan setelah pelaksanaan salat fardu. Sejumlah jemaah bahkan terlihat harus berdesakan menuju area pemberangkatan bus shalawat.

Kepala Pos (Kapos) Terminal Ajyad, PPIH Arab Saudi Daker Makkah, M. Rifat Sitorus, mengatakan peningkatan aktivitas di terminal dipicu bertambahnya jumlah jemaah haji yang tiba di Makkah, termasuk jemaah asal Indonesia.

“Gelombang kedua yang dari Jeddah sudah mulai datang di Tanah Haram, sehingga pemadatan di Ajyad sudah mulai bertambah tiga hari ke depan sampai nanti seterusnya,” ujar Sitorus saat ditemui Tim Media Center Haji (MCH) di Terminal Ajyad, Sabtu (9/5/2026) malam.

Berdasarkan data Kementerian Haji dan Umrah RI per Jumat (8/5/2026), sebanyak 303 kelompok terbang (kloter) dengan total 117.452 jemaah dan 1.209 petugas kloter telah diberangkatkan dari Indonesia menuju Arab Saudi.

Sementara itu, proses pergerakan jemaah dari Madinah ke Makkah juga masih berlangsung secara bertahap.

Hingga kini, tercatat sebanyak 165 kloter dengan 63.822 jemaah dan 660 petugas telah tiba di Makkah untuk melaksanakan umrah wajib sekaligus mempersiapkan diri menghadapi puncak ibadah haji.

Untuk kedatangan gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport, Jeddah, sebanyak 28 kloter dengan total 10.731 jemaah dan 113 petugas kloter juga telah tiba di Arab Saudi. Selain itu, terdapat 2.958 jemaah haji khusus yang sudah berada di Tanah Suci.

Meski kepadatan mulai meningkat, Sitorus memastikan kondisi di Terminal Ajyad masih dapat dikendalikan dengan baik. Saat ini, sebanyak 58 armada bus shalawat dioperasikan untuk melayani mobilitas jemaah yang tinggal di Sektor 7, 8, dan 9 wilayah Misfalah.

“Untuk membantu pergerakan jemaah dari hotel ke Masjidil Haram atau sebaliknya,” kata dia.

Menurut Sitorus, pihaknya juga telah menyiapkan skema penambahan armada apabila terjadi lonjakan penumpukan jemaah, khususnya setelah salat Isya berjamaah. Langkah itu dilakukan agar waktu tunggu jemaah tidak terlalu lama.

Ia menjelaskan, jumlah armada bus shalawat nantinya akan terus ditambah seiring meningkatnya jumlah jemaah yang datang dari Madinah maupun Jeddah. Jika seluruh pemondokan di wilayah Misfalah mulai terisi, jumlah armada di Terminal Ajyad akan ditingkatkan hingga mencapai 140 bus.

“Jadi ketika ada penambahan jemaah, kedatangan, bus ini akan bertambah terus untuk memenuhi kebutuhan  pemondokan-pemondokan yang sudah diisi di wilayah Misfalah,” ujar Sitorus.

Selain armada transportasi, PPIH juga menyiapkan personel untuk mendukung kelancaran operasional di terminal. Saat ini terdapat 19 petugas yang dibagi ke dalam tiga sif kerja, yakni pukul 07.00-15.00 WAS, 15.00-23.00 WAS, dan 23.00-07.00 WAS.

“Sejauh ini personel yang bertugas alhamdulillah masih berjalan lancar,” kata Sitorus.