Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti dan Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin saat kegiatan Press Conference Satu Tahun Kepemimpinan Agustina – Iswar di Kantor Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, Jumat (20/2/2026) sore. Foto: Eka Setiawan
SEMARANG, ERAKINI – Pasangan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti – Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin genap 1 tahun memimpin Ibu Kota Jawa Tengah, Jumat (20/2/2026).
Sejumlah capaian diraih. Di antaranya Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang melampaui target dari sektor hiburan dan kuliner. Namun, dari sisi perhotelan masih di bawah target.
Data regalisasi PAD 2025 yang kontras yakni pajak hiburan: 106,38 persen alias melampaui target, kemudian pajak restoran 104,31 persen juga melampaui target. Namun, pajak hotel masih di angka 79,10 persen di bawah target. Sisa lebih pembiyaan (SiLPA) Rp186,9 miliar.
“Ini menunjukkan Kota Semarang masih jadi titik simpul, orang hanya mampir tapi tidak menginap (di hotel di Semarang), tujuannya bisa Jepara, Blora, Solo atau dari Solo tujuannya mau ke Brebes (mampir di Semarang), faktanya seperti itu,” kata Agustin saat kegiatan Press Conference Satu Tahun Kepemimpinan Agustina – Iswar di Kantor Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, Jumat (20/2/2026) jelang Magrib.
Dia mengemukakan, di tengah terpaan Instruksi Presiden (Inpres) nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja pemerintah yang memangkas perjalanan dinas, Kota Semarang mencatat ketahanan fiskal yang mengagumkan.
“Ekonomi kerakyatan jadi penyangga utama,” sambungnya.
Angka-angka tersebut di atas, tambah Agustin, jadi cerminan denyut nadi ekonomi masyarakat yang adaptif. Ketika belanja dinas pemerintah dipangkas, daya beli masyarakat justru mengalir kuat ke sektor hiburan dan kuliner.
"Angka-angka ini adalah cerminan nyata dari daya lenting (resilience) ekonomi warga yang luar biasa. Ketika belanja korporasi dan dinas pemerintah menyusut, daya beli masyarakat justru mengalir kuat ke sektor hiburan, kuliner, dan kreatif. UMKM dan pelaku ekonomi kreatif kitalah yang menjadi penyangga vital kota ini di masa penuh tantangan," sambungnya.
Satu tahun kepemimpinannya bersama Iswar, sebutnya, merupakan fondasi untuk mempercepat pembangunan di tahun-tahun mendatang.
Lima Tagline Pembangunan
Di Kota Semarang, periode itu diisi dengan berbagai upaya menjawab kebutuhan publik, mulai dari percepatan pembangunan infrastruktur, penguatan layanan dasar, pemulihan, dan penggerakan ekonomi daerah, hingga lahirnya sejumlah inovasi kebijakan di Kota Semarang.
Namun, capaian tersebut juga berjalan beriringan dengan tantangan lapangan, keterbatasan anggaran, serta persoalan klasik yang belum sepenuhnya tuntas.
Semua persoalan tersebut dijawab dengan kinerja Agustina-Iswar yang menghasilkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi di Jawa Tengah dan ketangguhan fiskal yang mampu beradaptasi dengan kebijakan efisiensi nasional.
Agustina-Iswar menerapkan lima tagline pembangunan: Semarang Bersih, Semarang Sehat, Semarang Cerdas, Semarang Makmur, dan Semarang Tangguh.
Lima tagline tersebut telah dikolaborasi menjadi program kerja yang saling berkesinambungan, membentuk siklus transformasi berkelanjutan.
Ketangguhan tata kelola ini berjalan paralel dengan dinamika fiskal yang adaptif. Laporan realisasi TA (Tahun Anggaran) 2025 menunjukkan realisasi pendapatan daerah yang solid di angka 92,31 persen, dengan kisah sukses yang diwarnai paradoks: sektor hiburan dan kuliner melesat menjadi penyelamat, sementara sektor akomodasi tertekan.