TP2GD diketuai langsung oleh Sekda Kota Semarang, dan Sekretaris diisi Kepala Dinas Dinas Sosial. Sedangkan anggota tim terdiri dari UIN Walisongo (Walisongo Center), Universitas Wahid Hasyim, Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Diponegoro (Undip), PCNU Kota Semarang, Komunitas Pecinta Kyai Sholeh Darat (Kopisoda), Keluarga Keturunan KH Sholeh Darat, Dinas Arsip dan Perpustakaan, Komisi D DPRD (Syaiful Bahri), dan Bagian Hukum Setda.
KH Sholeh Darat, atau yang memiliki nama asli Muhammad Sholeh bin Umar al-Samarani, juga diketahui menjadi guru dari para tokoh besar pendiri organisasi Islam di Indonesia seperti KH Hasyim Asy’ari (pendiri Nahdlatul Ulama) dan KH Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah). Bahkan, pemikiran beliau turut menginspirasi Raden Ajeng Kartini dalam menggagas pendidikan perempuan dan pembebasan pikiran.
Upaya mendorong KH Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional sudah melalui proses panjang. Pada 2012, PCNU Kota Semarang bersama Pemerintah Kota mulai menghidupkan kembali semangat mengenang jasa sang ulama dengan menggelar Haul Akbar di masjid peninggalannya di Kampung Darat, Semarang Utara. Pada momen ini pula diterbitkan buku biografi berjudul KH Sholeh Darat: Mahaguru Ulama Nusantara.
Sejak saat itu, berbagai langkah konkret dilakukan, mulai dari penelusuran peninggalan dan kitab-kitab KH Sholeh Darat, penerjemahan karya-karyanya, hingga terbentuknya Komunitas Pecinta Kyai Sholeh Darat (Kopisoda) pada 2016.
Dorongan dari tokoh-tokoh agama dan masyarakat terus menguat. Pada tahun 2017 dalam pengajian Haul ke-117 di makam Kyai Sholeh Darat di Bergota, Ketua MUI Jateng KH Ahmad Darodji dalam sambutannya mendorong agar mengusulkan Gelar Pahlawan kepada Kyai Sholeh Darat.
Dorongan yang sama sebelumnya datang dari berbagai kalangan, baik kyai, santri, NU, lembaga pesantren, hingga perguruan tinggi. Haul tersebut juga turut dihadiri tokoh muda Nahdlatul Ulama seperti Gus Taj Yasin dan Gus Bahauddin.
Langkah akademik dimulai pada 2021 dengan digelarnya seminar pertama pengusulan gelar pahlawan oleh PCNU, didukung Fraksi PKB DPRD Kota Semarang. Panitia pengusulan dibentuk dan dipimpin oleh unsur Kopisoda.
Pada Maret 2024, Universitas Wahid Hasyim kembali menginisiasi pembentukan panitia baru bersama BAZNAS dan PCNU. Langkah ini dilanjutkan dengan seminar nasional pada April 2024 di kampus Unwahas, yang menjadi awal penyusunan naskah akademik pengusulan.
Panitia kemudian melakukan studi banding ke Ponpes Amanatul Ummah, Mojokerto, yang diasuh KH Asep Saefudin Halim. Dukungan pun datang dari Kyai Asep, yang ayahandanya telah mendapatkan gelar Pahlawan Nasional pada 2023 melalui proses serupa bersama Unwahas.
Puncaknya, pada 9 April 2025, dalam peringatan Haul ke-125 yang kali pertama disebut “Haul Semarang”, PCNU menyerahkan Surat Keputusan Panitia kepada Wali Kota Semarang untuk ditindaklanjuti secara resmi. Sebab, sesuai ketentuan, pengajuan gelar Pahlawan Nasional harus diusulkan oleh kepala daerah setelah mendapat aspirasi masyarakat.
Dengan terbentuknya TP2GD, pengusulan resmi kini memasuki tahap serius. Perjuangan panjang ini diharapkan bisa segera membuahkan hasil, menjadikan KH Sholeh Darat sebagai salah satu Pahlawan Nasional.