Gunung Semeru Muntahkan Banjir Lahar Dingin, Masyarakat Diimbau Waspada
Thomas Pulungan
LUMAJANG, (ERAKINI) - Hujan deras yang mengguyur kawasan puncak Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menyebabkan banjir lahar dingin, Minggu (3/3/2024). Getaran banjir lahar dingin di gunung tertinggi Pulau Jawa itu tercatat 3 jam lebih.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Mukdas Sofian mengatakan, pengamatan kegempaan aktivitas Gunung Semeru pada 3 Maret 2024 pukul 12.00-18.00 WIB menunjukkan adanya gempa getaran banjir.
"Memang terjadi satu kali gempa getaran banjir dengan amplitudo 35 mm, dan lama gempa 10.819 detik atau 3 jam lebih," ujarnya dalam laporan tertulis, Minggu (3/3/2024).
Selain getaran banjir, aktivitas Gunung Semeru juga mengalami 10 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 11-22 mm, dan lama gempa 50-125 detik. Kemudian 2 kali harmonik dengan amplitudo 2-6 mm dan lama gempa 75-120 detik.
"Untuk pengamatan secara visual, Gunung Semeru terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Cuaca berawan hingga hujan, angin lemah ke arah utara," tuturnya.
Dalam rekaman CCTV yang dipantau oleh BPBD Lumajang, terpantau letusan sekunder di daerah aliran sungai Besuk Kobokan dan Kali Lanang, sehingga masyarakat diimbau waspada terhadap aliran lahar panas.
Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut mengalami erupsi pada Minggu pukul 00.13 WIB dengan visual letusan tidak teramati, namun terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 134 detik.


















