Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengecek langsung Posko Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng, Senin (2/6/2025). (Foto: Diskominfo Jateng)
SEMARANG, (ERAKINI) – Gubernur Jawa TengahAhmad Luthfi mengecek langsung Posko Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng, Senin (2/6/2025).
Dalam kunjungan tersebut, Luthfi berdialog dengan sejumlah orang tua calon siswa yang tengah mengurus proses pendaftaran. Ia menekankan pentingnya pelayanan publik yang profesional dan ramah.
"Pertama, kita pastikan pelayanan pengaduan bagi orang tua yang anaknya akan masuk sekolah berjalan baik. Saya wanti-wanti agar petugas bekerja profesional dan melayani dengan senyum," kata Luthfi kepada wartawan.
Ia juga meminta setiap keluhan yang masuk segera ditindaklanjuti agar tidak menghambat proses pendaftaran.
"Ketika ada orang tua datang dengan keluhan, harus langsung diberi solusi. Jangan sampai pendaftaran menjadi terkatung-katung karena laporan tidak segera ditanggapi," tegasnya.
Lebih lanjut, Luthfi menegaskan komitmennya terhadap transparansi dalam penerimaan murid baru. Ia melarang praktik titip-menitip dalam proses seleksi.
"Yang paling penting, tidak boleh ada titip-titipan. Semua harus normatif. Ini demi menjaga kualitas anak didik kita di Jawa Tengah," ujarnya.
600LebihAduanMasuk
Sementara itu, Sekretaris Disdikbud Jateng Syamsudin Isnaini mengungkapkan, sejak posko aduan dibuka pada 26 Mei 2025, telah masuk lebih dari 600 laporan.
Sebagian besar aduan berkaitan dengan data administratif, seperti ketidaksesuaian Kartu Keluarga (KK), Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), hingga koordinat alamat tempat tinggal.
"Masalahnya beragam, mulai dari data KK yang belum diperbarui, NISN yang tidak sesuai, hingga alamat yang belum di-update. Data kita memang diambil dari Dapodik yang diinput oleh SMP atau MTs, kadang belum diperbarui tiga tahun terakhir," jelas Syamsudin.
Hingga Senin (2/6/2025) pukul 12.35 WIB, jumlah akun yang telah dibuat di laman spmb.jatengprov.go.id mencapai 111.856 akun.
Selain posko utama di Aula Ki Hadjar Dewantara, Kantor Disdikbud Jateng, masyarakat juga bisa mengakses layanan di 13 cabang dinas serta 640 SMA/SMK yang ditunjuk menjadi posko aduan. Layanan juga tersedia melalui telepon di nomor (024) 86041265 dan WhatsApp 0813-1895-7197.
PengalamanOrangTua: CepatdanSolutif
Sejumlah orang tua calon siswa merasa terbantu dengan kehadiran posko aduan SPMB. Salah satunya Betty, warga Semarang Barat, yang mengalami kendala perubahan alamat domisili.
"Kita sudah pindah ke Semarang Barat dari Semarang Tengah, tapi di sistem masih tercatat alamat lama. Di posko ini langsung diberi tahu solusinya. Nanti saat proses pendaftaran, KK akan discan dan sistem akan membaca alamat baru," ungkapnya.
Ia pun merasa lega dan berharap anaknya bisa diterima di SMAN 13 yang dekat dengan tempat tinggalnya.
"Alhamdulillah, baik, lancar, dan cepat. Langsung diberi solusi," imbuhnya.
Hal serupa dirasakan Tetty, orang tua calon siswa lain, yang menghadapi masalah NISN tidak muncul karena anaknya baru mendaftar tahun ini setelah sempat tidak sekolah pada 2024.
"Anak saya sempat sakit, jadi tidak langsung daftar setelah lulus SMP. Ternyata bisa ikut jalur Anak Tidak Sekolah (ATS). Sudah dijelaskan proses dan langkah-langkahnya," tuturnya.
KuotaPenerimaanSiswaBaruCapai230.199Kursi
Untuk tahun ajaran 2025/2026, kuota penerimaan siswa baru di Jawa Tengah mencapai 230.199 kursi. Jumlah tersebut mencakup jenjang SMA/SMK, tiga SMK Negeri Jateng sistem boarding, 15 SMK semi-boarding, serta SMA Keberbakatan Olahraga. Disediakan pula kuota bagi siswa dari keluarga tidak mampu di 139 sekolah swasta mitra pemerintah.