Sebelumnya PDIP dikabarkan mengusung pasangan Risma dan Sutiaji. Namun, terjadi perubahan pada hari terakhir masa pendaftaran ini. Menurut Said, pasangan Risma dan Gus Hans mewakili corak kultural di Jatim. Risma representasi nasionalis, sedangkan Gus Han mewakili santri.
"Bu Risma mewakili kaum perempuan, dan Gus Han mewakili anak muda. Bu Risma representasi dari figur berpengalaman panjang dalam karir jabatan publik, dan Gus Han mewakili intelektualitas. Jadi mereka berdua pasangan yang saling melengkapi,” ujar Said, Kamis (29/8/2024).
Risma merupakan Wali Kota Surabaya dua periode (2010-2020). Ia kemudian dipercaya oleh Presiden Jokowi menjabat sebagai Menteri Sosial sejak 2020 sampai sekarang.
Lantas bagaimana dengan Gus Hans? Dikutip dari keterangan tertulis DPD PDIP Jatim, Gus Hans merupakan pengasuh Pondok Pesantren Queen Al Azhar Darul Ulum, Peterongan, Jombang, dan juga Wakil Rektor Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu), Jombang.
Gus Hans merupakan putra dari KH As’ad Umar, pengasuh PP Darul Ulum, Jombang. Gus Hans juga tercata sebagai Sekjen Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) telah malang melintang di dunia akademik.
Dirangkum dari sejumlah sumber, politikus Partai Golkar ini lahir di Jombang pada 23 Maret 1976. Sejak remaja Gus Hans sudah aktif berorganisasi. Pada saat kuliah di Jurusan Hubungan Internasional UPN Jogjakarta, ia semakin aktif berorganisasi. Lulus sarjana dari UPN Yogjakarta, Gus Hans melanjutkan Pendidikan S2 IKM Fakultas Kedokteran UGM Yogjakarta.
Berasal dari keluarga Nahdliyin, Gus Hans dikenal sebagai dai muda yang memiliki massa kuat di akar rumput. Dalam pergaulan antar pendakwah dan santri, Gus Hans juga memegang peranan penting sehingga dipercaya menjabat Sekjen JKSN. Ia juga pernah menjabat Ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Jatim periode 2014-2018.
Melihat kiprah dan pengaruhnya, pada Pilkada Surabaya 2020 Gus Hans sempat digadang-gadang sebagai sebagai calon wali kota mendampingi Machfud Arifin. Hanya, pada detik-detik akhir Gus Hans gagal menjadi bakal calon.
Nama Gus Hans kembali digadang-gadang sebagai calon potensial untuk pemilihan Bupati Jombang 2024. Namun, rencana tersebut tidak berlanjut, hingga akhirnya terpilih sebagai bakal calon gubernur mendamping Risma.
Yang menarik, Gus Hans akan menghadapi pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak. Sebab, karier politik Gus Hans boleh dibilang dimulai dari pasangan Khofifah-Emil.
Kiprahnya dalam perpolitikan mulai diperhitungkan ketika Gus Hans berhasil mengantarkan pasangan Khofifah-Emil memenangi Pilkada Jatim 2018.
Gus Hans saat itu masuk dalam struktur pemenangan Khofifah-Emil dengan jabatan sangat strategis, yakni juru bicara (jubir). Menariknya, Gus Hans merupakan orang pertama yang ditunjuk sebagai Jubir Khofifah-Emil.
Gus Hans dianggap cukup piawai menjadi juru bicara karena saat itu ia juga menjadi bintang iklan produk minuman kesehatan. Terlebih, saat itu Gus Hans juga tercatat sebagai Wakil Ketua DPD Golkar Jatim. Kini, Gus Hans harus bersiap berhadapan dengan pasangan yang ia bela dan perjuangkan pada Pilkada 2018 silam.