BMKG: Gempa Bengkulu Magnitudo 6,3 Dipicu Aktivitas Deformasi Batuan Lempeng
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,3 mengguncang wilayah Kabupaten Seluma, Bengkulu, pada Jumat (23/5/2025) dini hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa ini terjadi akibat deformasi batuan dalam lempeng atau intraslab.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam lempeng (intraslab). Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," ujar Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangannya.
Gempa Intraslab adalah peristiwa seismik akibat pecahnya batuan di dalam lempeng tektonik yang menunjam di bawah lempeng lain. Gempa ini tidak terjadi di bidang kontak antara lempeng (megathrust), tetapi di bawahnya di dalam lempeng yang tersubduksi.
Gempa Bengkulu terjadi pukul 02.52 WIB dengan parameter update dari BMKG menunjukkan magnitudo 6,0. Lokasi gempa berada pada koordinat 4,18 lintang selatan dan 102,07 bujur timur, dengan kedalaman 84 kilometer.
BMKG mencatat bahwa hingga pukul 03.25 WIB belum terjadi gempa susulan (aftershock). Namun, gempa ini dirasakan cukup kuat di beberapa wilayah di Provinsi Bengkulu. Gempa ini berdampak dan dirasakan di daerah Kota Bengkulu, Seluma dan Empat Lawang dengan skala intensitas IV - V MMI (getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk).
Kemudian, daerah Kepahiang, Liwa, Lemong, Rejang Lebong, Tais dan Lubuk Linggau dengan skala intensitas IV MMI (bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), serta daerah Muko - Muko dengan skala intensitas III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).
















