Anggito Abimanyu terpilih menjadi Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (DK LPS) periode 2025–2030. Anggito menggantikan posisi Purbaya Yudhi Sadewa yang diangkat menjadi Menteri Keuangan. Foto: Dok Kemenkeu
JAKARTA, (ERAKINI) – Anggito Abimanyu terpilih menjadi Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (DK LPS) periode 2025–2030. Anggito menggantikan posisi Purbaya Yudhi Sadewa yang diangkat menjadi Menteri Keuangan.
Penetapkan Anggito sebagai bos baru diputuskan melalui musyawarah mufakat di , usai uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test), Senin (22/9/2025) malam.
Komisi XI selanjutnya menetapkan Farid Azhar Nasution sebagai Wakil Ketua DK LPS; Doddy Zulverdi sebagai Anggota DK LPS Bidang Program Penjaminan dan Resolusi Bank; dan Ferdinan Dwikoraja Purba didaulat sebagai Anggota DK LPS Bidang Program Penjaminan Polis.
Saat uji uji kelayakan, Anggito mengusung program bertajuk AKSARA yang memuat enam misi utama. Keenam misi itu, yakni peningkatan kompetensi manajemen aset, penguatan pendidikan dan SDM, perluasan literasi keuangan dan media sosial, efisiensi beban dana kelolaan per pegawai, peningkatan kegiatan sosial kemasyarakatan, serta penguatan digitalisasi proses bisnis dan teknologi.
LPS adalah lembaga independen yang berfungsi menjamin simpanan nasabah perbankan di Indonesia. Pembentukan LPS berawal dari krisis moneter pada tahun 1998. Dalam rangka mengatasi krisis tersebut, pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan, diantaranya memberikan jaminan atas seluruh kewajiban pembayaran bank, termasuk simpanan masyarakat (blanket guarantee).
Sosok Sarat Pengalaman
Anggito bukan sosok sembarangan di bidang keuangan. Anggito saat ini menjabat Wakil Menteri Keuangan yang bertanggung jawab atas penerimaan negara.
Anggito punya rekam jejak panjang di bidang akademik, pemerintahan, dan keuangan. Anggito merupakan mantan Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Direktur Jenderal (Dirjen) Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag), dan pernah menjabat sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan.
Dikutip dari laman resmi Kemenkeu, Selasa (23/9), Anggito Abimanyu lahir di Bogor pada 19 Februari 1963. Ia meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 1985, lalu melanjutkan studi Master of Science (1989) dan Doctor of Philosophy (1993) di University of Pennsylvania, Amerika Serikat.
Sejak 1987, Anggito aktif mengajar di Fakultas Ekonomi UGM dengan fokus pada ekonomi syariah. Ia juga pernah menjadi asisten peneliti di Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM FEB UI).
Pada tahun 2022, Anggito menjabat sebagai Kepala Departemen Ilmu Ekonomi, Sekolah Vokasi UGM.
Di organisasi profesi, Anggito tercatat sebagai pengurus Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) dengan sejumlah posisi strategis, mulai dari Sekretaris Umum hingga Wakil Ketua Umum.
Di pemerintahan, ia pernah menjabat Anggota Dewan Ekonomi Nasional (1999–2000), Staf Ahli Menteri Keuangan (2000–2003), Kepala Badan Kebijakan Fiskal (2004–2010), Dirjen Haji dan Umrah Kemenag (2012–2014), dan Kepala BPKH (2015–2022).
Pada 21 Oktober 2024, Anggito dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) dalam Kabinet Merah Putih masa jabatan 2024–2029. Jabatan itu ia emban hingga sekarang.