Purbaya Yudhi Sadewa saat disumpah menjadi Menteri Keuangan (Menkeu) di Istana Negara, Senin (8/9/2025). Foto: BPMI Setpres
JAKARTA, (ERAKINI) – Penunjukan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) menggantikan masih menimbulkan rasa penasaran banyak orang. Lantas apa pertimbangan memilih Purbaya Yudhi?
Purbaya cukup dikenal sebagai ekonom, meski latar belakang pendidikan sarjananya adalah Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Pengalamannya di pemerintahan membuat Purbaya percaya diri mampu mengemban tugas sebagai Menkeu.
“Saya ahli fiskal. Jadi, saya mengerti betul fiskal yang prudent seperti apa,” ujar Purbaya dalam konferensi pers, di Kantor Kementerian Keuangan, Senin (8/9/2025.
Purbaya merasa layak menduduki posisi Menkeu. Ia pun yakin Presiden Prabowo memilihnya atas dasar kemampuannya. Ia menceritakan pernah presentasi disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo di acara Sarasehan Ekonomi. "Kan waktu Sarasehan itu saya presentasi di sana, mungkin kelihatan saya cukup jago, kelihatannya," katanya.
Namun, terlepas dari kemampuannya di bidang ekonomi, Purbaya ternyata bukan sosok sembarangan. Dirangkum Erakini, Selasa (9/9/2025), Purbaya merupakan orang dekat Hatta Rajasa. Saat Hatta menjabat Menko Perekonomian di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono periode 2009-2014, Purbaya merupakan Staf Khusus Bidang Ekonomi Kemenko Perekonomian dari 2010-2014.
Kedekatan Purbaya dengan Prabowo dimulai tahun 2014 ketika Hatta Rajasa maju sebagai calon wakil presiden (cawapres). Diketahui, Prabowo dan Hatta Rajasa pernah berpasangan sebagai capres dan cawapres pada Pilpres 2014. Saat itu, Prabowo-Hatta diusung oleh Koalisi Merah Putih (KMP) yang terdiri dari enam partai politik, yakni Partai Gerindra, PAN, PPP, PKS, PBB, dan Partai Golkar.
Sebagai orang dekat Hatta Rajasa, jelas secara tidak langsung Purbaya turut andil dalam pemenangan Prabowo-Hatta. Namun, Prabowo-Hatta tidak berhasil memenangkan Pilpres 2014, karena kalah dari pasangan Jokowi-Jusuf Kalla.
Meski demikian, kekalahan Prabowo-Hatta tidak menghalangi Purbaya menuju Istana Negara. Kecakapan Purbaya di bidang ekonomi ternyata membuat Luhut Binsar Pandjaitan kepincut.
Pada awal Pemerintahan Jokowo, Luhut diangkat menjadi Kepala Staf Kepresidenan (KSP). Pada tahun 2015, Luhut kemudian mengangkat Purbaya sebagai Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis.
Luhut kala itu berdalih Purbaya sebenarnya turut membantu kampanye Jokowi melalui Tim Bravo Lima, salah satu sayap relawan pendukung Jokowi yang dipimpin langsung oleh Luhut. Jadi, walaupun secara profesional membantu Hatta Rajasa, kata Luhut, namun saat kampanye Purbaya sudah ikut membantu Jokowi tetapi tidak terlihat.
Dari sini Purbaya dikenal sebagai orang kepercayaan Luhut. Terbukti, saat Luhut dipercaya menjabat Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) tahun 2015–2016, Purbaya turut pindah kantor. Purbaya dipercaya Luhut menjabat sebagai Staf Khusus Bidang Ekonomi Kemenko Polhukam.
Saat Presiden Jokowi melakukan reshuffle pada tahun 2016, dimana Luhut dipercaya menjabat Menko Bidang Kemaritiman, lagi–lagi Purbaya menempel. Purbaya ditunjuk sebagai Staf Khusus Bidang Ekonomi Kemenko Maritim periode Juli 2016–Mei 2018.
Karier Purbaya semakin moncer ketika dipercaya oleh Luhut menjabat Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi, Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi periode Mei 2018-September 2020. Terakhir, ia dipercaya menjabat Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sejak September 2020 hingga 2025.
Purbaya meraih gelar Sarjana Teknik Elektro dari ITB, serta gelar Master of Science (M.Sc.) dan Doktor di bidang Ilmu Ekonomi dari Purdue University, Indiana, Amerika Serikat. Sebelum menjabat Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya menempati sejumlah posisi penting di pemerintahan.
Selain itu, ia juga aktif dalam sejumlah forum strategis, seperti Wakil Ketua Satgas Penanganan dan Penyelesaian Kasus (Debottlenecking) “Pokja IV” di bawah Kemenko Perekonomian (2016), Anggota Dewan Pertimbangan Kadin (2016), dan Anggota Indonesia Economic Forum (2015).
Sebelum berkiprah di pemerintahan, Purbaya memulai kariernya di sektor swasta sebagai Field Engineer di Schlumberger Overseas SA (1989 – 1994). Ia kemudian melanjutkan karier sebagai ekonom dan eksekutif di berbagai institusi keuangan, antara lain Senior Economist, Danareksa Research Institute (Oktober 2000 – Juli 2005); Chief Economist, Danareksa Research Institute (Juli 2005 – Maret 2013); Direktur Utama, PT Danareksa Securities (April 2006 – Oktober 2008); dan Anggota Dewan Direksi, PT Danareksa (Persero) (Maret 2013 – April 2015).