Direktur Jenderal Bimas Buddha (Dirjen Bimas Buddha) Kementerian Agama (Kemenag) saat meninjau secara langsung hasil karya warga binaan rintisan di Vihara Puspa Sari Maitreya, Desa Kedaung Baru, Kecamatan Neglasari, Kabupaten Tangerang, Banten. (Foto: Ditjen Bimas Buddha Kemenag).
TANGERANG (ERAKINI) - Program Prisma Umat #Bebenah Berkarakter yang diinisiasi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha (Ditjen Bimas Buddha) Kementerian Agama (Kemenag) menunjukkan capaian yang menggembirakan. Program ini terbukti mampu melahirkan berbagai produk bernilai guna yang manfaatnya kini dirasakan langsung oleh umat, mulai dari tas, sabun cair, hingga cairan pembersih lantai.
Pada Jumat (30/1/2026), Direktur Jenderal Bimas Buddha Supriyadi meninjau secara langsung hasil karya warga binaan rintisan di Vihara Puspa Sari Maitreya, Desa Kedaung Baru, Kecamatan Neglasari, Kabupaten Tangerang, Banten. Dalam kunjungan tersebut, Supriyadi menyampaikan apresiasi tinggi kepada warga binaan, penyuluh agama, Yayasan Karakter Eling Indonesia, serta pengelola vihara yang dinilai berhasil membangun kerja sama solid sehingga program berjalan optimal.
Supriyadi mengungkapkan rasa syukurnya karena Prisma Umat yang mulai digulirkan sejak 2025 telah menjadi ruang strategis bagi proses pembelajaran, edukasi, sekaligus pemberdayaan umat. Menurutnya, menyatukan tujuan-tujuan tersebut bukan perkara mudah, namun umat di Kedaung Baru mampu membuktikan bahwa hal itu dapat diwujudkan melalui sinergi dan komitmen bersama.
"Itulah pentingnya proses komunikasi agar timbul kesepahaman untuk membangkitkan semangatnya,” jelasnya saat memberikan sambutan di Vihara Puspa Sari Maitreya di Desa Kedaung Baru.
Kegiatan ini, kata dia, sesungguhnya memberikan sebuah pemahaman bagaimana kita mengubah pola pikir pemberdayaan untuk pengentasan kemiskinan. Supriyadi berharap, keberhasilan Prisma Umat di Kedaung Baru ini bisa menjadi contoh dalam pengembangan program serupa ke depan. Lebih dari itu, Supriyadi juga meminta agar potensi dan prestasi di Kedaung Baru ini terus dikembangkan agar umat terus berdaya secara berkelanjutan.
Sementara itu, Pembina Yayasan Karakter Eling Indonesia Melly Kiong menyebut selama kurang lebih tiga bulan mendampingi umat dan melakukan pembinaan kemandirian ekonomi melalui berbagai macam pelatihan seperti ekoenzim dan hasilnya sudah bisa dibuktikan.
“Sesuai arahan dari Pak Dirjen, kami melakukan pendampingan kepada umat dan hari ini kita serahkan kembali kepada masyarakat, pelatihan program yang sudah diberikan untuk dapat dilanjutkan dan menjadi bekal dalam usaha kemandirian ekonomi umat,” harapnya.
Dalam kesempatan itu, Melly Kiong juga mengajak kepada Penyuluh Agama Buddha Wilayah Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang khususnya bisa membantu mempromosikan hasil produk warga binaan seperti tas, sabun cair dan pembersih lantai.
Kemudian, Ketua Vihara Puspa Sari Maitreya, Darmawan mengungkapkan bahwa program ini sangat baik karena dapat mengubah cara pandang dan pola pikir umat teruma di bidang ekonomi, sehingga bisa mengangkat ekonomi umat terutama di sekitar vihara binaan.
"Kemanfaatan Prisma Umat ini sangat terasa, umat semakin optimistis dalam menjalani kehidupannya dan sekaligus terpacu dalam ibadahnya. Kami berharap program ini bisa terus berjalan dengan bantuan pendampingan," kata Darmawan.