Konflik Iran-Israel Masih Berkecamuk, Harga Emas Turun 0,2 %
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Konflik Iran dan Israel masih berkecamuk. Perang antar dua negara ini dipicu oleh Israel yang membunuh pejabat Iran melalui serangannya ke Syuriah.
Sebagai balasan, Iran lalu mengirimkan 300 rudal dan drone ke Israel pada akhir pekan lalu. Kondisi ini telah berdampak terhadap perekonomian dunia termasuk pasar modal dan harga emas.
Perang Iran vs Israel yang masih berkecamuk telah menyebabkan harga emas turun melemah. Pelemahan ini secara praktis dipicu oleh tekanan dari memudarnya harapan penurunan suku bunga AS membayangi kenaikan permintaan safe haven.
Berdasarkan data Refinitiv pada Rabu (17/4/2024) kemarin, harga emas di pasar spot turun 0,2% menjadi US$2,376.39 per troy ons. Sementara pagi ini, Kamis (18/4/2024) pukul 6.25 WIB harga emas dunia tercatat US$2.366,39, naik 0,23%.
"Ketidakpastian geopolitik terus mendukung emas dan jika ada peningkatan situasi, maka harga bisa bergerak menuju kisaran $2.500. Harga emas hanya akan turun jika bank sentral berhenti membeli atau jika investor kembali ke fase risk-on," ujar kepala strategi pasar Blue Line Futures, Phillip Streible di Chicago.
Selain itu, pasar memperkirakan peluang penurunan suku bunga AS sebesar 71% pada bulan September. Suku bunga yang lebih tinggi mengurangi daya tarik untuk memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.















