Bulog Tuding Gabah Petani sebagai Biang Kerok Kenaikan Harga Beras
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Petani lagi-lagi jadi kambing hitam kenaikan harga beras di Tanah Air saat ini. Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi menyebut salah satu pemicu kenaikan harga beras saat ini akibat naiknya harga gabah di semua sentra produksi.
“Di tingkat produsen gabahnya sudah Rp8 ribuan, di daerah produksi harga berasnya sudah Rp15 ribuan. Ini terjadi di seluruh Indonesia, praktis di seluruh sentra produksi,” kata Bayu saat diskusi bersama sejumlah awak media terkait Data dan Fakta Kondisi Perberasan Indonesia Terkini di Jakarta, Selasa (13/2/2024), mengutip dari Antara.
Dia menjelaskan, hampir seluruh wilayah Indonesia saat ini menjual beras di atas harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Penjualan berasa saat ini di sebagian wilayah Indonesia mencapai Rp15.000 hingga Rp16.000 per kilogram (kg).
Pemerintah telah menetapkan HET sebesar Rp13.900 per kg. Sedangkan untuk harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp5.000 per kg.
Bayu menyampaikan beberapa data harga gabah petani dan harga beras di sentra produksi di sebagian wilayah Indonesia yang diambil berdasarkan data per 12 Februari 2024. Di Indramayu misalnya, harga gabah dijual sebesar Rp7.350, dan harga beras premium Rp15.400
Kemudian di Karawang, harga gabah dijual Rp7.150 sedangkan harga beras premiumnya Rp14.333. Di Banyumas, harga gabah Rp8.500 dan harga beras premium Rp15.000.


















