Harga Minyak Dunia Loyo di Tengah Musim Panas
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Harga minyak dunia tergelincir menyusul kenaikan tajam stok bahan bakar di Amerika Serikat yang di luar ekspektasi. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan potensi pelemahan permintaan, bahkan di tengah musim panas yang biasanya menjadi periode konsumsi tertinggi Bahan Bakar Minyak (BBM).
Mengutip data Refinitiv, Kamis (5/6/2025) harga minyak mentah Brent kontrak Agustus 2025 ditutup melemah 1,2% ke level USD64,86 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kontrak Juli 2025 turun 0,9% ke USD62,85 per barel.
Tekanan pada harga muncul menyusul laporan mingguan dari Energy Information Administration (EIA) yang menunjukkan lonjakan drastis dalam persediaan bahan bakar AS. Stok bensin melonjak 5,2 juta barel pekan lalu, jauh melebihi ekspektasi analis yang hanya memperkirakan kenaikan sekitar 600.000 barel.
Kenaikan serupa juga terjadi pada stok distilat, yang mencakup solar dan bahan bakar jet, yang bertambah 4,2 juta barel, atau empat kali lipat dari proyeksi pasar.
Sebaliknya, cadangan minyak mentah justru mengalami penurunan signifikan sebesar 4,3 juta barel, lebih dalam dibandingkan ekspektasi penurunan 1 juta barel. Namun, sentimen pasar tetap terfokus pada sisi hilir, di mana peningkatan stok BBM mencerminkan adanya potensi perlambatan konsumsi.
Secara teknikal, harga Brent sempat menguji level dukungan psikologis di bawah USD64,50. Jika tekanan jual berlanjut dan Brent menembus level USD64, para analis memperkirakan pelemahan lebih lanjut ke kisaran USD62–USD62,50 sangat mungkin terjadi.


















