Profil Addin Jauharudin, Eks Ketum PMII yang Dipercaya Jadi Komisaris BSI
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Sosok Addin Jauharudin terus menjadi kebanggaan kader muda Nahdlatul Ulama (NU) usai masuk dalam jajaran Dewan Komisaris PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). Namanya diumumkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Jumat (16/5/2025).
Addin dikenal luas sebagai aktivis muda Nahdlatul Ulama (NU) yang aktif menggerakkan anak muda di ruang sosial, politik, dan keagamaan. Kontribusinya di berbagai organisasi membuat dirinya kerap diperhitungkan di tingkat nasional hingga akhirnya dipercaya menjadi salah satu Komisaris Independen BSI.
Perjalanan Karier Organisasi
Lahir di Cirebon pada 27 April 1980, Addin telah lama berkecimpung di organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan. Ia mengawali kiprahnya di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), bahkan sempat memimpin organisasi tersebut sebagai Ketua Umum Pengurus Besar PMII periode 2011-2013.
Selepas dari PMII, Addin melanjutkan pengabdiannya di Gerakan Pemuda Ansor. Pada periode kepengurusan Pimpinan Pusat GP Ansor 2016-2021, ia dipercaya menjabat sebagai Bendahara Umum. Kini, Addin menjabat sebagai Ketua Umum PP GP Ansor periode 2024-2029.
Karier Profesional
Selain aktif di dunia organisasi, Addin juga meniti karier di sejumlah perusahaan BUMN. Saat ini ia menjabat sebagai Komisaris Independen PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Sebelumnya, Addin pernah menduduki kursi komisaris di PT Pos Indonesia serta PT Garam.
Susunan Baru Dewan Komisaris BSI
Masuknya Addin Jauharuddin melengkapi wajah baru susunan Dewan Komisaris BSI. Dalam struktur terbaru, Muhadjir Effendy ditetapkan sebagai Komisaris Utama menggantikan Muliaman Hadad. Muhadjir dikenal sebagai tokoh Muhammadiyah yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) di era Presiden Joko Widodo.
Selain itu, BSI juga menunjuk sejumlah nama lain, antara lain Meidy Firmansyah dari Kementerian Hukum dan HAM, dua pimpinan BAZNAS yaitu Mochammad Agus Rofiuddin dan Kamaruddin Amin, serta dua tokoh independen, Nizar Ahmad Saputra dan pakar keuangan syariah Muhammad Syafii Antonio.
Adapun satu-satunya nama lama yang masih bertahan adalah Felicitas Tallulembang, yang tetap menjabat sebagai Komisaris Independen.
- Susunan Lengkap Dewan Komisaris BSI:
- Komisaris Utama: Muhadjir Effendy
- Komisaris Independen: Felicitas Tallulembang
- Komisaris: Meidy Firmansyah
- Komisaris: Mochammad Agus Rofiuddin
- Komisaris: Kamaruddin Amin
- Komisaris Independen: Nizar Ahmad Saputra
- Komisaris Independen: Muhammad Syafii Antonio
- Komisaris Independen: Addin Jauharuddin
















