Antam melakukan perombakan jajaran direksi dan komisaris secara besar-besaran. RUPST mengangkat Achmad Ardianto sebagai Direktur Utama menggantikan Nicolas D Kanter. Foto: Ilustrasi
JAKARTA, (ERAKINI) - PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melakukan perombakan jajaran direksi dan komisaris secara besar-besaran. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Kamis 12 Juni 2025, mengangkat Achmad Ardianto sebagai Direktur Utama menggantikan Nicolas D Kanter.
RUPST juga menyetujui perubahan susunan pengurus perusahaan sebagaimana diusulkan oleh MIND ID selaku holding BUMN Pertambangan. Sejumlah anggota Dewan Komisaris dan Direksi diberhentikan secara hormat dan digantikan dengan pengurus baru yang telah disetujui para pemegang saham.
Dikutip dari keterangan pers PT Antam, Jumat (13/6/2025), dalam RUPST dikukuhkan pemberhentian dengan hormat Bambang Sunarwibowo sebagai Komisaris Perusahaan terhitung sejak 11 Juni 2025.
Selain itu, RUPST memberhentikan dengan hormat Nicolas D Kanter sebagai Direktur Utama, Gumilar Rusliwa Somantri sebagai Komisaris Independen, Anang Sri Kusuwardono sebagai Komisaris Independen, dan Dilo Seno Widagdo sebagai Komisaris.
Dalam RUPST ini, para pemegang saham juga menyetujui perubahan nomeklatur jabatan anggota direksi perusahaan dari semula tidak ada menjadi Direktur Komersial.
Berikut susunan DireksiPT Antam yang baru: Direktur Utama; Achmad Ardianto
Direktur Operasi dan Produksi: Hartono
Direktur Pengembangan Usaha: I Dewa Wirantaya
Direktur Komersial: Handi Sutanto
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Arianto Sabtonugroho Rudjito
Direktur Sumber Daya Manusia: Ratih Amri
Sejarah Cetak Pendapatan Rp69,19 Triliun
RUPST juga mengumumkan pembagian dividen sebesar Rp3,65 triliun atau 100% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk perusahaan.
Pada tahun 2024, Antam berhasil mencatatkan pendapatan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan dengan membukukan penjualan dengan nilai Rp69,19 triliun.
Kinerja pendapatan yang impresif ini meningkat 69% dibandingkan pendapatan tahun 2023. Selain itu, Antam mencatatkan pertumbuhan profitabilitas dengan capaian laba tahun berjalan tahun 2024 sebesar Rp3,85 triliun, meningkat 25% dari tahun 2023.
Achmad Ardianto menyampaikan, pertumbuhan ini merupakan hasil dari pengelolaan operasional yang solid serta adaptasi yang gesit terhadap perubahan pasar. “Melalui pengelolaan kinerja operasional yang robust dan agile dalam merespons dinamika pasar, Antam berhasil meraih pertumbuhan kinerja keuangan yang sehat dan memperkuat posisi perusahaan di industri,” ujar Achmad.
Antam juga menegaskan komitmennya terhadap efisiensi biaya dan inovasi operasional. Strategi cost leadership diterapkan melalui berbagai inisiatif efisiensi serta penguatan distribusi penjualan domestik.
Hasilnya, Antam mencatat kinerja optimal pada produksi dan penjualan komoditas utama seperti nikel dan bauksit, serta penjualan emas tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.
“Selain itu, Antam senantiasa mengoptimalisasi lini operasi melalui implementasi praktik pertambangan yang baik (good mining practices) dan operation excellence”, ungkap Achmad Ardianto.
Kata dia, pembagian dividen 100% ini mencerminkan komitmen Antam dalam menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi pemegang saham.
“Antam terus fokus memperkuat fundamental bisnis inti untuk menciptakan kinerja yang berkelanjutan,” tutup Achmad Ardianto.