Alumni SMA Tanus Ungkap Urgensi Pembatasan BBM Bersubsidi
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Kebijakan pemerintah membatasi BBM bersubsidi masih terus digodok. Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) pun membeberkan urgensi dari kebijakan itu.
Deputi Transportasi dan Infrastruktur Kemenko Marves Rachmat Kaimuddin mengatakan pentingnya optimalisasi penyediaan BBM bersubsidi yang berkualitas dan rendah sulfur.
Langkah ini diambil sebagai upaya mengatasi polusi udara serta memastikan penyaluran BBM bersubsidi kepada kelompok yang benar-benar berhak dan membutuhkan.
"Rencana pemerintah adalah menyediakan BBM rendah sulfur tanpa menaikkan harga BBM. Sehingga masyarakat mendapatkan akses BBM yang lebih berkualitas dan lebih bersih," ujar alumni SMA Taruna Nusantara (Tanus) Magelang itu, dalam keterangannya dikutip, Jumat (13/9/2024).
Menurut Rachmat, untuk melaksanakan rencana tersebut tanpa membebani masyarakat maupun negara, pemerintah akan fokus pada penyediaan BBM rendah sulfur yang lebih tepat sasaran, yaitu kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan.
"Jadi, golongan kelas atas tidak lagi berhak memanfaatkan subsidi BBM," tegasnya.


















