Target 32 Ton Beras, Rp7,74 Triliun Disiapkan Kementan untuk Pacu Produksi Padi
Akhmad Baihaqi Arsyad








Hal itu disampaikan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman secara virtual dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Gedung Parlemen Jakarta, Rabu (13/3/2024).
“Agar target 32 ton beras tercapai Kementerian Pertanian melakukan refocusing anggaran sebesar Rp7,74 triliun untuk mendukung akselerasi peningkatan produksi padi dan jagung,” katanya.
Disampaikan oleh Amran bahwa target produksi komoditas utama di tahun 2024 yakni beras 32 juta ton; jagung 16,6 juta ton; kedelai 0,30 juta ton; cabe 3,05 juta ton; bawang merah 1,74 juta ton; bawang putih 45,91 ribu ton.
Kemudian kopi 818 ribu ton; kakao 694 ribu ton; tebu 39,45 jut ton, kelapa 2,9 juta ton; daging sapi/kerbau 405,44 juta ton; dan daging ayam 4 juta ton.
Refocusing anggaran yang dilakukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, kata Amran, tidak mengubah total pagu dan komposisi anggaran Kementerian Pertanian.
Amran menyebut telah terjadi pengalihan anggaran Kementan ke Badan Karantina Indonesia sebesar Rp1,19 triliun, maka total pagu Kementan tahun 2024 menjadi Rp13,56 triliun.
Amran merinci pagu lokasi anggaran per eselon 1 di antaranya Sekretariat Jenderal Kementan Rp1,27 triliun; Inspektorat Jenderal Rp124,24 miliar, Ditjen Tanaman Pangan Rp4,17 triliun; Ditjen Hortikultura Rp432,64 miliar.
Selanjutnya Ditjen Perkebunan Rp710,69 miliar; Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Rp929,99 miliar; Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Rp4,02 triliun; Badan Standardisasi Instrumen Pertanian 923,43 miliar; Badan PPSDM Pertanian Rp945,91 miliar; Badan Karantina Indonesia Rp33,3 miliar.
Mentan dalam kesempatan itu juga memastikan penambahan pupuk subsidi dari yang tadinya 4,7 juta ton menjadi 9,55 juta ton sudah mendapat persetujuan dari semua pihak, termasuk dari hasil rapat terbatas DPR maupun dari Kementerian Keuangan.
"Ini kabar baik untuk petani dalam ratas (rapat terbatas) dan rakortas (rapat koordinasi terbatas) dinaikkan dari 4,7 juta ton menjadi 9,55 juta ton. Bapak Presiden sudah setujui, Menteri Keuangan juga sudah setuju. Tinggal kita menunggu SK-nya saja," kata Amran.
Hanya saja, lanjut dia, petani perlu bersabar karena saat ini Surat Keputusannya belum dikeluarkan.
Amran memastikan, selain pupuk pemerintah juga sudah menyetujui anggaran belanja tambahan (ABT) sebesar Rp5,8 triliun untuk mengantisipasi dampak El Nino melalui program solusi cepat seperti pompanisasi dan perbenihan.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI Sudin mengatakan melalui rapat kerja tersebut pihaknya ingin mendengar penjelasan mengenai program kerja yang telah disusun di setiap eselon 1 Kementerian Pertanian.
“Komisi IV (DPR RI) ingin mendengarkan penjelasan mengenai progres dan output Kementerian Pertanian,” kata Sudin. (ant)


