Hasil Survei Konsumen pada Maret 2024 menunjukkan meningkatnya keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Foto: BI/Dok
JAKARTA, (ERAKINI) - Pendapatan masyarakat Indonesia pada Maret 2024 mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu dari 73,0% menjadi 73,6%. Menariknya, tingkat kesadaran masyarakat untuk menabung, juga meningkat.
Hal ini tercermin dari hasil Survei KonsumenBank Indonesia () pada Maret 2024. Berdasarkan hasil survei yang dirilis hari ini, proporsi pembayaran cicilan/utang (debt to income ratio) konsumen mengalami penurunan menjadi sebesar 9,4%, dan proporsi konsumen yang disimpan (saving to income ratio) tercatat sedikit meningkat dibandingkan proporsi pada bulan sebelumnya, yaitu menjadi 17,0%.
"Rata-rata porsi konsumsi terhadap pendapatan terpantau meningkat pada hampir seluruh tingkat pengeluaran, terutama pada responden dengan pengeluaran Rp1-2 juta per bulan. Sementara porsi tabungan terhadap pendapatan terindikasi meningkat, terutama pada responden dengan tingkat pengeluaran Rp5 juta per bulan," ujar Asisten Gubernur BI, Departemen Komunikasi, Erwin Haryono, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (16/4/2024).
Secara umum, hasil Survei Konsumen pada Maret 2024 menunjukkan meningkatnya keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Hal ini tecermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Maret 2024 sebesar 123,8, lebih tinggi dibandingkan 123,1 pada bulan sebelumnya.
"Meningkatnya keyakinan konsumen pada Maret 2024 didorong oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang menguat dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang tetap optimistis. IKE tercatat meningkat pada seluruh komponen pembentuknya, terutama Indeks Penghasilan Saat Ini. Sementara itu, IEK tetap kuat terutama ditopang oleh Indeks Ekspektasi Penghasilan," kata Erwin.
Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Maret 2024 tercatat masing-masing sebesar 113,8 dan 133,8. Menurutnya, menguatnya keyakinan konsumen pada Maret 2024 didorong oleh keyakinan konsumen, baik terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun ekspektasi terhadap ekonomi ke depa.
Pada Maret 2024, keyakinan konsumen terpantau optimistis pada seluruh kategori pengeluaran. Peningkatan optimisme tertinggi tercatat pada responden dengan pengeluaran Rp4,1-5 juta. Berdasarkan usia, keyakinan konsumen pada Maret 2024 juga terpantau optimistis, utamanya pada kelompok usia 20-40 tahun.
Secara spasial IKK meningkat di sebagian kota yang disurvei, dimana terbesar di Kota Bandung (6,0 poin), diikuti Mataram (5,0 poin) dan Surabaya (2,6 poin). Sementara itu, sebagian kota lainnya mencatat penurunan IKK, terutama di Kota Padang (16,4 poin), diikuti Manado (8,3 poin) dan Ambon (7,1 poin).
Pada Maret 2024, persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini juga meningkat. Hal ini tecermin dari IKE Maret 2024 yang berada pada area optimis sebesar 113,8, lebih tinggi dibandingkan 110,9 pada bulan sebelumnya. Meningkatnya IKE Maret 2024 terutama didorong oleh menguatnya semua komponen pembentuknya, tertinggi pada Indeks Penghasilan Saat Ini yang tercatat sebesar 118,1, meningkat dari 112,1 pada bulan sebelumnya.
Selanjutnya, Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama (Durable Goods) juga meningkat masing-masing menjadi sebesar 111,9 dan 111,4 pada Maret 2024, dari 110,1 dan 110,6 pada Februari 2024.
Secara spasial, sebagian besar kota mencatat peningkatan IKE, terbesar di Kota Mataram (8,8 poin), diikuti Makassar (7,8 poin) dan Palembang (7,3 poin). Sedangkan kota lainnya mencatat penurunan IKE, terutama di Kota Padang (16,3 poin), diikuti Ambon (6,2 poin) dan Pontianak (5,5 poin)
Optimisme responden terhadap penghasilan saat ini juga terpantau meningkat pada seluruh kelompok pengeluaran. Peningkatan tertinggi terjadi pada responden dengan pengeluaran Rp4,1-5 juta. Berdasarkan kelompok usia, peningkatan indeks tertinggi terjadi pada responden dengan kelompok usia 41-50 tahun.
Selanjutnya, persepsi responden terhadap ketersediaan lapangan pekerjaan saat ini juga terindikasi meningkat. Indeks tertinggi tercatat pada responden dengan tingkat pendidikan Sarjana. Berdasarkan kelompok usia, seluruh kelompok usia berada pada zona optimis
Sementara itu, keyakinan konsumen dalam melakukan pembelian durable goods meningkat terutama pada responden dengan pengeluaran Rp3,1-4 juta. Berdasarkan kelompok usia, peningkatan Indeks Pembelian Durable Goods terutama terjadi pada kelompok usia 41-50 tahun.
Ekspektasi Konsumen 6 Bulan ke Depan
Ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi 6 bulan ke depan terpantau tetap kuat. Hal ini tecermin dari Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Maret 2024 yang berada dalam zona optimisme sebesar 133,8. Tetap terjaganya IEK ditopang oleh ekspektasi penghasilan sebesar 139,4, meningkat dari 138,6 pada bulan sebelumnya.
Sementara ekspektasi terhadap ketersediaan lapangan kerja dan kegiatan usaha juga tercatat berada dalam zona optimis masing-masing sebesar 134,0 dan 128,1. Secara spasial, sebagian kota mencatat peningkatan IEK, terbesar di Kota Bandung (6,4 poin), disusul Surabaya (1,7 poin) dan Mataram (1,2 poin).
Sementara kota lainnya yang mengalami penurunan IEK, yakni Manado (19,8 poin), disusul Padang (16,5 poin), dan Medan (8,5 poin).
Pada Maret 2024, ekspektasi konsumen terhadap penghasilan ke depan mengalami peningkatan terutama pada responden dengan pengeluaran Rp2,1-3 juta. Dari sisi usia, indeks tertinggi terjadi pada kelompok usia 20-30 tahun.
Selanjutnya, prakiraan konsumen terhadap ketersediaan lapangan kerja pada 6 bulan mendatang terpantau tetap berada pada area optimisme pada seluruh tingkat pendidikan. Berdasarkan kelompok usia, Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja tertinggi tercatat pada kelompok usia 20-30 tahun.
Ekspektasi konsumen terhadap perkembangan kegiatan usaha ke depan, juga terpantau berada dalam zona optimistis pada seluruh tingkat pengeluaran dan kelompok usia responden.