Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) saat membahas program unggulan dan terobosan untuk terus berkomitmen mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. (Foto: MES)
JAKARTA, (ERAKINI) – Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) terus berkomitmen mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Komitmen itu diwujudkan dalam sejumlah program berbagai bidang dengan tujuan mengembangkan dan membumikan ekonomi syariah sebagai sistem ekonomi yang berkeadilan, berdasarkan prinsip-prinsip syariah.
Hal itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Herry Aslam Wahid. “MES menghadirkan sejumlah program kerja untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia, di antaranya ada program pemberdayaan, program edukasi dan sosialisasi, program pendidikan dan penelitian serta program kajian dan diskusi,” jelas Herry di Jakarta, Jumat (20/12/2024).
Ia kemudian merinci beberapa contoh program dalam berbagai bidang tersebut. Untuk program pemberdayaan misalnya, MES telah mengahdirkan pelatihan ekspor halal. Pelatihan ekspor halal ini merupakan program pelatihan bagi para pelaku usaha syariah yang berminat melakukan ekspansi perdagangan ke pasar global.
“Program ini diselenggarakan oleh MES bekerja sama dengan sejumlah mitra strategis seperti Bank Indonesia yang bertujuan untuk mendorong para pelaku usaha syariah domestik untuk mengoptimalkan peluang ekspor dan pembiayaan berorientasi ekspor dari lembaga-lembaga pembiayaan utama,” jelasnya.
Kemudian, lanjut dia, ada juga pendampingan sertifikasi produk halal yang merupakan program edukasi dan sosialisasi bagi para pelaku usaha seputar sertifikasi produk halal. “MES bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPB) menghadirkan program ini dengan tujuan memberikan pemahaman yang utuh kepada para pelaku usaha terkait produk halal, memberikan pendampingan dalam proses sertifikasi halal, sekaligus mendorong akselerasi penerapan sistem jaminan produk halal nasional,” katanya.
Pada program edukasi dan sosialisasi, lanjut Herry, salah satunya, MES telah membuat Podcast Ekonomi Syariah (MESSAGE). Ini menjadi program edukasi ekonomi dan keuangan syariah yang dikemas dalam bentuk siniar (podcast) bersama tokoh publik, praktisi, atau pakar di bidang terkait.
“Program ini dikemas oleh MES dengan tujuan untuk mendorong peningkatan literasi masyarakat pada isu-isu terkini seputar ekonomi dan keuangan syariah. MESSAGE diambil dari MES dan SAGE yang merujuk pada tagline-nya ‘Bijak dalam menyampaikan kebaikan’,” jelasnya.
Selanjutnya, untuk program pendidikan dan penelitian, MES telah menciptakan program Beasiswa Ekonomi Syariah. Ini menjadi program bantuan dana pendidikan dan penelitian bagi mahasiswa S1, S2, atau S3 jurusan ekonomi dan keuangan syariah.
“Program ini dilaksanakan oleh Yayasan Bhakti Masyarakat Ekonomi Syariah (MES Foundation) dengan tujuan mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia ekonomi syariah,” jelasnya.
Terakhir, untuk program kajian dan diskusi, MES salah satunya telah mengadakan program Islamic Financial Summit. Program ini menjadi rangkaian kegiatan pengembangan sektor keuangan syariah yang diselenggarakan oleh MES bekerja sama dengan sejumlah media, regulator, dan industri keuangan syariah.
“Program ini bertujuan untuk mendorong hadirnya gagasan-gagasan konstruktif dalam rangka pembangunan ekosistem keuangan syariah yang berkelanjutan, didukung oleh tata kelola kelembagaan dan kapasitas permodalan yang memadai. Program ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 2012 lalu,” katanya.
Jadi, kata Herry, dari program-program dari sejumlah bidang tersebut dihadirkan oleh MES untuk dapat terus mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia.
“Sifat MES adalah menjadi wadah yang diakui sebagai acuan dan diikuti sebagai teladan bagi usaha percepatan pengembangan dan penerapan sistem ekonomi dan etika bisnis syariah di Indonesia. Hingga kini, MES menjadi wadah yang inklusif menghimpun seluruh sumber daya yang ada dan membangun sinergi antar pemangku kepentingan dalam rangka membangun dan mengembangkan ekonomi syariah,” pungkasnya.