Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menyiapkan sejumlah insentif untuk berinvestasi di Nusantara, Kalimantan Timur. Foto: Ilustrasi/Antara/Nyaman Bagus Purwaniawan
JAKARTA, (ERAKINI) - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menyiapkan sejumlah insentif untuk berinvestasi di Nusantara, Kalimantan Timur. menyebut insentif yang ditawarkan merupakan yang paling menarik di Indonesia.
"Memang IKN ini kalau dari segi insentif investasi dibuat yang paling menarik di Indonesia. Tidak pernah ada regulasi yang semenarik ini di Indonesia untuk tax holiday, pengurangan pajak (super deduction tax)," ujar Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi OIKN Agung Wicaksono dikutip dari Antara, Senin (19/2/2024).
Agung mencontohkan, jika ada investor yang mau membangun jalan dan sekolah, OIKN akan memberikan pengurangan pajak antara 200-350% terhadap pendapatan bruto mereka.
Selain insentif pajak, kata Agung, jangka waktu penggunaan lahan bisa sampai 80 tahun untuk Hak Guna Bangunan (HGB), dan 95 tahun untuk Hak Guna Usaha (HGU). HGB dan GBU tersebut masih bisa diperpanjang satu kali lagi.
"Tetapi bagaimana untuk menjaga ini semua dalam kendali negara? Negara tetap hadir di IKN. Contohnya untuk HGB memang jangka waktunya 80 tahun dan HGB itu di tangan investor,. Namun skemanya HGB di atas Hak Pengelolaan Atas Lahan (HPL) di mana HPL tetap berada di tangan OIKN," katanya.
Dengan demikian, lanjut dia, investor memiliki hak penggunaan lahan namun tetap HPL-nya berada di tangan OIKN. Demikian juga dengan HGU, walaupun jangka waktunya 95 tahun tetapi tetap HPL-nya di OIKN.
"Ini merupakan salah satu cara kita mengendalikan bahwa kedaulatan itu tetap berada di tangan negara melalui OIKN. Namun, kita tetap memberikan kemudahan bagi investor terutama bagi para investor domestik yang menjadi investor pelopor untuk berinvestasi," kata Agung.
Di sisi lain, Agung mengungkapkan negara-negara Timur Tengah sudah mengajukan minat untuk berinvestasi di IKN pada sektor energi baru terbarukan (EBT). "Terkait sektor energi di IKN, negara-negara Timur Tengah seperti Uni Emirat Arab dan Arab Saudi sudah mengajukan minat," katanya.
Investor-investor Timur Tengah tersebut berencana untuk mengalokasikan investasinya sekitar USD5-10 miliar untuk membangun EBT, seperti yang sedang dilakukan oleh PLN bersama Semcorp Utilities Pte Ltd Singapura.
Sembcorp Utilities Pte Ltd merupakan perusahaan energi asal Singapura yang bekerja sama dengan PLN Nusantara Power (NP) untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di IKN.
"Kita akan perluas dan itu mitra-mitra asing dari Timur Tengah yang akan menjadi andalan kita," kata Agung.
Berdasarkan Rencana Induk IKN dalam Undang-Undang (UU) Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara menyatakan bahwa Rencana Induk IKN mengusulkan 100% kebutuhan listrik tahunan IKN dipasok oleh pembangkit listrik terbarukan, antara lain, pembangkit listrik tenaga (PLT) Surya atau solar farm dan PLT surya atap (panel surya atap).
Sistem ketenagalistrikan IKN terdiri atas berbagai sumber listrik, seperti pembangkit solar farm, panel surya atap, panel surya penerangan jalan, dan panel surya terapung. Oleh sebab itu, kemampuan jaringan untuk mendistribusikan pasokan listrik dari pembangkit tersebar diperlukan integrasi dalam pemenuhan kebutuhan listrik pada setiap waktu.
IKN direncanakan mengaplikasikan smart grid, yaitu sistem jaringan yang memungkinkan aliran listrik dan data dua arah dengan teknologi komunikasi digital untuk mendeteksi, bereaksi, dan secara proaktif beradaptasi dengan perubahan penggunaan dan berbagai masalah.
Untuk itu, IKN harus memproduksi dan mengekspor energi surya yang setara dengan jumlah energi yang digunakan dari gas alam untuk mencapai key performance index (KPI) 100% energi terbarukan.