Bukalapak menghentikan penjualan produk fisik atau layanan marketplace di platformnya mulai Januari secara bertahap hingga Februari 2025. Foto: Ilustrasi/Ist
JAKARTA, (ERAKINI) - Platform layanan perdagangan elektronik (e-commerce) Bukalapak membuat keputusan mengejutkan dengan menghentikan penjualan produk fisik atau layanan marketplace di platformnya mulai Januari secara bertahap hingga Februari 2025. Apa alasan penutupan marketplace dan bagaimana nasib pesanan atau konsumen?
Bukalapak selama ini dikenal sebagai salah satu pionir e-commerce terbesar di Indonesia. Dalam pernyataan resminya, Bukalapak menyatakan bahwa keputusan ini diambil sebagai bagian dari strategis bisnis baru.
Keputusan ini diambil untuk menyesuaikan dengan tren pasar yang semakin mengarah pada digitalisasi, sekaligus memberikan pengalaman yang lebih praktis dan relevan bagi pelanggan di era serba cepat ini. Maka itu, Bukalapak memilih mengalihkan fokus bisnis dari layanan penjualan produk fisik menjadi produk virtual.
"Meskipun terjadi perubahan dalam fokus produk, kami ingin meyakinkan bahwa platform MarketplaceBukalapak, baik aplikasi maupun situs web serta Mitra Bukalapak akan tetap beroperasi dan dapat diakses oleh para pengguna dan konsumen untuk layanan lainnya yang telah ada sebelumnya," tulis Bukalapak dalam pernyataan resminya dikutip, Jumat (10/1/2025).
Bukalapak menegaskan tidak ada perubahan kegiatan usaha di balik penutupan marketplace. Penghentian layanan penjualan produk fisik di platform Marketplace tidak berdampak material terhadap pendapatan perusahaan.
"Penjualan produk fisik di platform Bukalapak memiliki kontribusi kurang dari 3 persen terhadap total pendapatan perusahaan. Sebaliknya, langkah ini mendukung upaya kami untuk mencapai EBITDA positif dan memastikan keberlanjutan bisnis yang sehat dan menguntungkan," tulisnya.
Bukalapak meyakini, berfokus pada layanan produk virtual merupakan langkah untuk memperkuat posisi dalam ekosistem digital, serta menjadi strategi jangka panjang untuk terus relevan dan kompetitif di industri.
Produk-produk virtual yang akan menjadi fokus Bukalapak, seperti pulsa prabayar dan pascabayar, paket data internet, token listrik, listrik pascabayar, Prakerja, Bukasend, BMoney, voucher streaming, voucher digital emas, dan TV kabel dan internet.
Bukalapak juga akan berfokus pada penyediaan layanan, seperti pembayaran angsuran kredit, pajak PBB, denda tilang, bayar bea, PPh final, PPh 21, PPN, SBN, Penerimaan Negara, BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, hingga pembayaran PDAM dan Telkom.
Selain berfokus pada produk virtual, Bukalapak telah mengembangkan berbagai lini bisnis baru seperti Mitra Bukalapak, Gaming, Investment, dan Retail selama beberapa tahun terakhir. Pihaknya melihat prospek bisnis yang positif di segmen-segmen ini.
Bukalapak menyediakan berbagai panduan dan sumber daya untuk membantu pelapak (mitra penjual) memastikan proses transisi dapat dilakukan dengan lancar dan aman. Informasi lengkap mengenai panduan ini dapat diakses melalui tautan ini.
Head of Media and Communications Bukalapak Dimas Bayu menjelaskan, langkah ini diambil untuk memperkokoh posisi perusahaan dalam ekosistem produk virtual sekaligus menghadirkan layanan terbaik bagi pengguna di era digital.
Langkah ini sejalan dengan visi Bukalapak untuk membangun ekonomi berbasis teknologi yang mampu menciptakan peluang bagi semua orang untuk tumbuh dan beradaptasi dengan kebutuhan pasar yang semakin menekankan pada kecepatan serta efisiensi dalam transaksi digital.
Nasib Pemesanan Produk di Marketplace Bukalapak memastikan proses transisi masih berjalan lancar dan terus beroperasi pada layanan produk virtual. Konsumen atau pengguna yang ingin memesan produk fisik di Bukalapak masih memiliki kesempatan hingga 9 Februari 2025 pukul 23.49 WIB.
Beberapa kategori produk fisik yang masih bisa dipesan mencakup aksesoris rumah, elektronik, fashion untuk anak, pria, dan wanita, makanan dan permainan, ponsel, perlengkapan industri, kamera, produk kesehatan, hingga komputer.
Selanjutnya, mulai 1 Februari 2025, Bukalapak akan menonaktifkan fitur untuk mengunggah produk baru. Hal ini berarti para pelapak tidak lagi bisa menambahkan produk baru setelah tanggal tersebut.
Bukalapak juga menyarankan agar pelapak menyelesaikan pengelolaan pesanan yang ada sebelum operasional marketplace berakhir. Hal ini untuk menghindari pembatalan otomatis pesanan yang belum diproses.
“Semua pesanan yang belum diproses hingga 2 Maret 2025 pukul 23.59 WIB akan dibatalkan secara otomatis oleh sistem. Dana dari pesanan yang dibatalkan akan dikembalikan kepada pembeli melalui BukaDompet,” sebutnya.