EBITDA Negatif Bukalapak Capai Rp168 Miliar di Kuartal Ketiga, Bangkrut?
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Manajemen PT Bukalapak.com Tbk telah merilis hasil keuangan tidak diaudit untuk kuartal ketiga pada 30 September 2024. Hasilnya pendapatan Bukalapak mengalami peningkatan, Namun, EBITDA menunjukkan negatif sebesar Rp 168 miliar.
CEO Bukalapak Willix Halim mengatakan, hasil tersebut jelas tidak sejalan dengan target profitabilitas yang diharapkan.
“EBITDA yang disesuaikan pada kuartal III-2024 masih negatif di angka minus Rp 168 miliar, yang mana tidak sejalan dengan target profitabilitas di tahun 2024,” ujar Willix, dikutip Kamis (31/10/2024).
Dia menjelaskan bahwa kuartal ketiga memang secara historis merupakan periode terlemah bagi Bukalapak, terutama di tengah tantangan bisnis pada divisi online-to-offline serta marketplace.
Dalam periode Januari hingga September 2024, Bukalapak mencatatkan peningkatan pendapatan 2 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp3.400 miliar.
Hal ini berkontribusi pada perbaikan EBITDA, meski tetap minus sebesar Rp 68 miliar. Berdasarkan laporan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Bukalapak juga mencatatkan penurunan rugi bersih pada kuartal III-2024, yaitu Rp597,34 miliar, turun dari Rp776,22 miliar pada periode yang sama tahun lalu.


















