PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sukses menguji layanan konektivitas internet berkecepatan tinggi di dalam pesawat pada penerbangan GA-960 rute Jakarta-Madinah. Foto: Ilustrasi
JAKARTA, (ERAKINI) — PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sukses menguji layanan konektivitas internet berkecepatan tinggi di dalam , pada penerbangan GA-960 rute Jakarta-Madinah, Senin (17/8/2026).
Melalui uji coba ini, penumpang dapat mengakses internet berkecepatan tinggi selama penerbangan, termasuk mencoba melakukan video call dari ketinggian lebih dari 30 ribu kaki.
Uji coba tersebut dikemas dalam kampanye bertajuk “Sinyal Merdeka”, yang mengusung semangat kemerdekaan melalui inovasi dan konektivitas digital.
Salah satu rangkaian kampanye adalah penyiaran langsung Naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia melalui konektivitas internet di pesawat. Pembacaan Proklamasi kemudian diperdengarkan melalui public address (PA) system sehingga dapat diikuti seluruh penumpang di dalam kabin.
Sebanyak 81 penumpang mendapat akses khusus untuk menjajal layanan high-speed inflight connectivity. Jumlah tersebut dipilih untuk merepresentasikan 81 tahun kemerdekaan Indonesia sekaligus menjadi bagian dari pengujian pengalaman konektivitas generasi baru Garuda Indonesia.
Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny H Kairupan mengatakan, pengembangan konektivitas internet berkecepatan tinggi merupakan bagian dari transformasi perusahaan untuk memperkuat nilai tambah layanan sebagai maskapai full-service.
Menurutnya, kebutuhan terhadap konektivitas digital selama penerbangan terus berkembang. Karena itu, Garuda Indonesia berupaya menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih relevan dengan kebutuhan pengguna jasa.
“Transformasi Garuda Indonesia tidak hanya berfokus pada penguatan fundamental bisnis dan operasional, tetapi juga bagaimana transformasi tersebut dapat dirasakan langsung melalui pengalaman perjalanan yang semakin relevan bagi pengguna jasa. High-speed inflight connectivity menjadi salah satu inovasi yang kami persiapkan untuk menghadirkan nilai tambah tersebut,” ujar Glenny dalam keterangannya, Rabu (19/8).
Ia mengatakan, kampanye “Sinyal Merdeka” sekaligus menjadi cara Garuda Indonesia memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia dengan menghadirkan pengalaman berbeda bagi penumpang.
“Di ketinggian lebih dari 30 ribu kaki sekalipun, Garuda Indonesia terus membawa semangat Indonesia untuk tetap terhubung dan bergerak maju,” katanya.
Dalam tahap uji coba, Garuda Indonesia tidak hanya menguji kemampuan penumpang untuk berkirim pesan dan mengakses informasi. Sejumlah penumpang juga diberi kesempatan mencoba aktivitas digital dengan kebutuhan konektivitas lebih tinggi, termasuk video call selama penerbangan.
Glenny menjelaskan, pilot project tersebut akan menjadi bahan evaluasi sebelum layanan dikembangkan lebih luas. Evaluasi mencakup performa konektivitas, pengalaman pengguna, kesiapan operasional, aspek keselamatan, hingga kesesuaian dengan regulasi penerbangan.
Pengembangan layanan akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan armada serta teknologi pendukung. Garuda Indonesia memproyeksikan implementasi layanan tersebut mulai dilakukan secara bertahap pada 2027.
“Ini merupakan langkah awal dari pengembangan yang akan terus kami lakukan. Ke depan, kami ingin pengalaman terbang bersama Garuda Indonesia semakin seamless dan terkoneksi tanpa meninggalkan karakter layanan khas Indonesia yang menjadi kekuatan kami,” jelas Glenny.
Ia menambahkan, “Sinyal Merdeka” menjadi simbol komitmen Garuda Indonesia untuk terus berinovasi sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam perkembangan industri penerbangan global.