Mudik Lebaran tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Namun, jangan sampai demi bisa mudik malah terjerat utang, apalagi pinjol ilegal. Foto: Ilustrasi/Ist
JAKARTA, (ERAKINI) - Meskipun puasa Ramada baru memasuki hari ke-9, namun banyak pikiran orang kini sudah berada di kampung halaman alias mudik Lebaran. Lantas bagaimana persiapan mudik Lebaran tahun ini?
Mudik Lebaran tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Untuk perlu mempersiapkan aspek keuangan semaksimal mungkin. Jangan sampai demi bisa mudik malah , apalagi pinjaman online (pinjol) illegal.
Keuangan mudik perlu direncanakan dengan matang untuk menghindari beberapa risiko keuangan yang sering terjadi, yakni pengeluaran yang melebihi anggaran (overspending).
Maka itu, sangat penting mengatur keuangan agar mudik Lebaran tidak menyebabkan
Terdapat sejumlah pos pengeluaran yang perlu direncanakan sematang mungkin. Setiap pos pengeluaran membutuhkan nominal yang berbeda. Berikut pos-pos anggaran yang wajib ada saat mudik Lebaran:
1. Dana Transportasi
Pos pengeluaran utama yang perlu dipersiapkan untuk mudik adalah transportasi. Biaya ini tergantung pada moda transportasi yang akan digunakan. Jika memutuskan untuk menggunakan kendaraan pribadi, pertimbangkan biaya servis kendaraan, bahan bakar, dan biaya tol.
2. Dana Konsumsi
Selain kendaraan, pertimbangkan juga biaya konsumsi selama di perjalanan. Anda bisa mengakali biaya ini dengan membawa bekal makanan dari rumah. Anda bisa mampir ke rest area atau makan di restoran terdekat kalau tidak ingin terlalu repot mempersiapkan konsumsi.
3. Dana Opsional
Ada juga biaya yang sifatnya opsional dan tidak wajib, mulai dari oleh-oleh untuk dibagikan kepada sanak saudara, uang THR atau salam tempel, penginapan untuk beristirahat sementara, dan rekreasi ke destinasi wisata di sekitar tujuan.
4. Dana Darurat
Terakhir, persiapkan dana darurat untuk hal-hal yang tidak terduga sebesar 10 persen dari total anggaran. Dana darurat ini bisa digunakan untuk biaya parkir, biaya medis, dan kendaraan apabla terjadi risiko mogok di tengah perjalanan.
Cara mengelola keuangan mudik:
1. Membuat Rencana Anggaran
Buatlah rencana anggaran berisi biaya yang akan dikeluarkan selama perjalanan mudik, mulai dari tiket transportasi, makanan dan minuman, serta biaya lainnya.
Perkirakan biaya yang mungkin terjadi selama di kampung halaman, contohnya pergi ke rumah sanak saudara atau membeli oleh-oleh. Buat anggaran yang realistis dan sesuai kondisi keuangan Anda.
2. Menggunakan Aplikasi Keuangan
Beberapa aplikasi keuangan yang tersedia bisa digunakan sebagai alat bantu untuk mengelola keuangan mudik.
Pilihlah aplikasi keuangan yang mudah digunakan sesuai kebutuhan. Anda bisa memantau pengeluaran secara real-time dan detail supaya keuangan mudik tetap efisien dan terhindar dari overspending.
3. Bandingkan Harga Tiket dan Akomodasi
Jika memutuskan untuk menggunakan kendaraan umum, lakukan riset dengan membandingkan harga tiket dan akomodasi.
Pilihlah penyedia layanan yang menyediakan harga terbaik dan pastinya sesuai dengan anggaran Anda. Bandingkan harga dari berbagai platform, seperti website pemesanan tiket dan akomodasi atau website perbandingan. Manfaatkan diskon dan promo yang tersedia untuk menghemat pengeluaran Anda.
4. Menyiapkan Dana Darurat
Pastikan dana darurat yang tersedia sudah cukup sebelum berangkat supaya Anda tidak terjebak dalam risiko keuangan selama perjalanan mudik.
Strategi untuk menghemat pengeluaran:
1. Memilih Waktu yang Tepat untuk Berangkat
Harga tiket transportasi umum bisa mengalami peningkatan selama musim liburan. Hindari waktu tersebut jika memungkinkan supaya Anda bisa menghemat pengeluaran transportasi. Contohnya, berangkat pada hari kerja atau sebelum dan sesudah puncak musim liburan agar mendapatkan harga tiket transportasi yang lebih murah.
2. Menggunakan Transportasi Umum
Masing-masing moda transportasi memiliki kelebihan dan kekurangan dari segi harga. Contohnya, memilih kereta api atau bus yang lebih ekonomis daripada menggunakan pesawat terbang. Apa pun pilihan moda transportasinya, pastikan Anda menerapkan strategi supaya pengeluaran lebih efisien.
3. Menginap di Rumah Kerabat
Strategi ini bisa menjadi alternatif yang lebih hemat daripada bermalam di penginapan saat dalam perjalanan. Sebelum berangkat ke kampung halaman, berkoordinasilah lebih dulu dengan tuan rumah dan hormati aturan rumah selama menginap.
Cara Menghindari Utang saat Mudik
Salah satu risiko mudik yang mungkin terjadi adalah terjebak dalam utang atau cicilan. Oleh karena itu, lakukan beberapa cara untuk menghindari utang selama mudik berikut ini:
1. Menghindari Pinjaman yang Tidak Perlu
Apabila ada keperluan yang masih bisa ditunda atau dicari alternatifnya, jangan langsung meminjam uang.
Anda bisa memotong pengeluaran yang kurang penting, seperti berlibur ke tempat wisata atau membeli oleh-oleh yang tidak diperlukan. Tetaplah mematuhi anggaran yang dibuat di awal.
2. Menjaga Pengeluaran dalam Batas Wajar
Tetaplah menjaga pengeluaran dalam batas yang wajar dan sesuai anggaran yang sudah ditetapkan sebelum mudik.
Usahakan untuk tetap disiplin dan fokus pada pengeluaran yang benar-benar sesuai prioritas mudik. Sebisa mungkin hindari pengeluaran yang berlebihan dan tidak terencana supaya keuangan mudik tetap terencana.