Siap-siap! Harga Beras Bakal Terus Meroket
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Memasuki tahun 2024, harga beras di pasaran cenderung masih tinggi. Bahkan Perum Bulog pesimistis harga beras bakal turun tahun ini.
"Tahun 2024 belum ada tanda yang menggembirakan. Ini memang berat bagi Indonesia," ujar Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi di kantornya Kamis, 11 Januari 2024.
Menurut Bayu, terdapat tiga faktor yang memengaruhi kenaikkan harga beras tahun ini. Pertama, penurunan produksi beras yang belum pulih. Kedua, biaya produksi yang masih tinggi, khususnya pupuk. Ketiga, kebijakan negara-negara produsen beras yang memproteksi pasokan mereka sehingga membuat harga di pasar dunia melonjak.
Berdasarkan laman Panel Harga Pangan dari Badan Pangan Nasional, harga beras medium per 11 Januari 2024 naik 0,15 persen menjadi Rp13.310 per kg. Sementara beras premium tercatat Rp15.010 per kg.
Bank Indonesia melalui Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional juga mencatat harga beras medium melonjak hingga Rp14.750 per kg. Sedangkan harga beras premium atau kualitas super menembus Rp16.050 per kg.
Meski harga beras bakal sulit turun, Bayu mengatakan Bulog akan berupaya menjaga harga beras dengan menggenjot program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Pemerintah akan meluncurkan beras SPHP seharga Rp10.900 per kg untuk meredam kenaikan harga beras.
Program SPHP tersebut akan digencarkan mulai Februari atau Maret 2024. Jika program tersebut belum bisa menurunkan harga beras, setidaknya kelompok masyarakat yang membutuhkan pasokan sudah punya beras.

















