Fara, Psikolog Putri Asli Papua Ingin Mengabdi di Tanah Kelahiran
Eka Setiawan
SEMARANG, (ERAKINI) – Sebanyak 47 calon psikolog lulusan Soegijapranata Catholic University (SCU) angkatan pertama akan diambil sumpah profesi psikolog, Kamis (29/1/2026). Di antara mereka ada putri asli Wamena, Provinsi Papua Pegunungan.
Namanya Faradiba Anugrah Kaay. Fara sapaan akrabnya, tergerak untuk mengambil profesi psikolog sebab melihat daerah asalnya di Papua Pegunungan khususnya di Wamena yang menurutnya masih sangat membutuhkan tenaga psikolog.
“Saya lulus S1 dari UKSW (Universitas Kristen Satya Wacana – Salatiga), kemudian sempat kerja di Papua, tapi melihat kondisi di sana (kampung halaman) hati saya tergerak untuk mengambil profesi psikologi mengingat Wamena salah satu daerah konflik,” kata Fara di Kampus SCU Bendan, Kota Semarang, Rabu (28/1/2026) kepada wartawan.
Dia bercerita, di Papua Pegunungan ada 8 kabupaten, namun belum ada psikolog. Satu-satunya yang ada adalah seorang psikiater. Menurutnya, satu tenaga itu sangat kurang, apalagi jika seseorang datang ke psikiater solusinya adalah diberi obat.
“Padahal mereka yang terkena gangguan kesehatan mental butuh pendampingan psikolog. Misalnya saja, ada anak kelas 4 SD di sana (Papua Pegunungan) sudah konsumsi ganja, kemudian ada kasus gangguan kesehatan mental lain, ini perlu pendampingan psikolog,” sambungnya.
Menurutnya, pendampingan seperti itu juga sangat dibutuhkan di Papua Pegunungan khususnya Wamena yang punya jejak konflik. “Jadi bukan hanya pembangunan fisik tapi pembangunan non-fisik juga diperlukan,” lanjut dia.
Berbekal kondisi itu, Fara akhirnya memutuskan kembali ke Jawa Tengah menempuh pendidikan profesi psikologi di . Kampus ini sendiri merupakan 1 dari 19 kampus di Indonesia yang memiliki Prodi Pendidikan Profesi .

















