Ladunia Adzka Indriyanti, mahasiswi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, yang baru saja lulus meraih IPK cumlaude. Foto: Humas Undip
SEMARANG, (ERAKNI) - Kerap muncul anggapan bahwa ikut organisasi di kampus hanya mengganggu aktivitas perkuliahan dan nilai akademik. Tapi anggapan ini dipatahkan Ladunia Adzka Indriyanti, mahasiswi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, yang baru saja lulus S1 dengan IPK cumlaude.
mewisuda 2.848 lulusan periode ke-173 pada Senin, 29 Januari 2024. Sebanyak 1.531 lulusan berhasil meraih predikat cumlaude atau dengan pujian. Salah satu lulusan terbaik itu adalah .
Ladunia Adzka Indriyanti merupakan wisudawan Teknik Industri, Fakultas Teknik. Ia lulus predikat cumlaude dengan IPK nyaris sempurna, 3,92.
Prestasi yang dicapai Ladunia memang tidak diragukan lagi. Mengutip laman undip.ac.id, Selasa (30/1/2024), selama kuliah Ladunia memang sering mengikuti kompetisi, seperti essay dan business plan.
Ia berhasil memenangkan Juara 1 Lomba Essay Nasional I-SAT IX tingkat mahasiswa pada tahun 2020, dan Juara 2 Industrial Business Plan Competition Teknik Industri Undip pada tahun 2022.
Bagi Ladunia, berprestasi di bidang akademik adalah kewajiban dan tanggung jawab sebagai mahasiswa. Tapi yang menarik, ia ternyata aktif di organisasi mahasiswa.
Selama ini organisasi kemahasiswaan bagi sebagian orang menjadi momok. Sebab, sering kali mahasiswa yang aktif berorganisasi malah jadi mahasiswa abadi alias lama lulus.
Tak heran bila banyak orang tua juga yang was-was jika anaknya aktif beroganisasi. Tetapi, Ladunia mematahkan anggapan itu.
Justru bagi dia prestasi akademik sebaiknya dapat diseimbangkan dengan kegiatan non akademis, seperti mengikuti organisasi. Pendidikan dan berorganisasi merupakan hal yang sama penting, saling melengkapi dengan fungsi berbeda.
Selain meraih IPK predikat cumlaude, mahasiswa angkatan 2019 ini juga membuktikan dapat selesai atau lulus dengan tepat waktu yakni 4 tahun.
Kata dia, dengan pendidikan, generasi muda dapat memperdalam wawasan pengetahuan, meningkatkan keterampilan hard skill, pembentukan karakter dan membuka peluang karier yang lebih baik.
"Sedangkan dengan berorganisasi memberikan kesempatan bagi generasi muda mengembangkan keterampilan soft skill seperti kepemimpinan, kerja sama tim, public speaking, problem solving, dan menambah relasi. Dengan organisasi membantu generasi muda untuk mengasah dan mengeskplor potensi diri semaksimal mungkin,” ucapnya.
Semasa berkuliah, ia aktif mengikuti organisasi Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) Undip Bidang Pendidikan dan Keilmuan. Ia juga menjadi asisten Laboratorium Studio Manajemen dan Kewirausahaan Teknik Industri Undip.
Kemudian, aktif menjadi panitia di beberapa acara yang digelar oleh Teknik Industri. Selain juga melakukan magang mandiri, sertifikasi dan pelatihan.
Penyelenggaraan wisuda ke-173 Undip ini akan berlangsung selama 5 hari dalam 10 tahap. Total terdapat 2.848 wisudawan, masing-masing 61 orang program Doktor, 327 orang dprogram Magister, 56 orang program Spesialis, 251 orang program Profesi, 1.938 orang program Sarjana, 197 orang dari program Sarjana Terapan, dan 18 orang dari program Diploma.
Rektor Undip Semarang Prof Yos Johan Utama dalam sambutannya di acara wisuda yang bertempat di Gedung Prof Soedarto Kampus Undip Tembalang mengatakan, Undip adalah universitas besar dengan alumni hampir seperempat juta orang, dan telah menghasilkan lulusan yang menduduki jabatan tinggi di Indonesia.
Tetapi ia mengingatkan, sebagai alumni masing-masing mempunyai tugas untuk tetap menjaga keagungan almamater Undip. Oleh karenanya, ilmu pengetahuan harus diimplementasikan dengan penuh integritas.
“Ilmu yang kita pelajari selama ini sesungguhnya adalah media keterhubungan kita dengan Sang Khalik. Karena dengan ilmu itulah kita beribadah dalam bentuk ilmu amaliah. Di dalamnya harus dilandasi dengan integritas yang bersendikan kepada kejujuran, kebenaran, dan keadilan,” pesan Prof Yos.