Dengan segala keterbatasan ekonomi dan cobaan hidup, Makhyatul Fikriah, mahasiswi semester 7 UIN Bandung ini bisa meraih prestasi nasional dan internasional. Foto: UIN Bandung/Dok
Dengan segala keterbatasan ekonomi dan cobaan hidup, mahasiswi semester 7 Program Studi Ilmu Hukum (IH) Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) ini kini bersiap meraih cita-cita menjadi Hakim Agung.
Makhyatul Fikria, perempuan muda yang bermimpi menjadi seorang hakim di Mahkamah Agung (MA) ini lahir di Kota Kediri, Jawa Timur, dari keluarga sangat sederhana.
“Saya berasal dari keluarga yang sangat sederhana. Namun saya akan kejar mimpi saya menjadi seorang Hakim Agung di MA,” ujarnya mengutip dari laman UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Senin (29/1/2024).
Bagi Makhya, kuliah awalnya hanya keniscayaan jika melihat kondisi ekonomi keluarga yang serba kekurangan. Makhya sempat beberapa kali mencoba Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN), namun gagal.
Perjalanannya mengenyam perguruan tinggi benar-benar tidak semulus yang dibayangkan. Ia sempat diterima di PTN melalui jalur mandiri, namun terbentur biaya uang pangkal yang tinggi. Terlebih kondisi sang ayah saat itu sakit-sakitan.
Makhya mengungkapkan, saat masa SMA tepatnya pada tahun 2019, keluarganya hanya memiliki sebuah motor lawas berharga Rp5 juta. Bahkan, Makhya dan keluarga tidak memiliki handphone, apalagi laptop.
Di tengah kondisi ekonomi yang serba keterbatasan, Makhya berjuang menjadi seorang tulang punggung keluarga.
“Pendapatan bapak tidak menentu, ditambah dengan kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan. Saat tahun 2019 saya mulai bekerja serabutan, mulai jualan figura foto, mengajar ngaji, dan jasa pembuatan mahar,” ungkap Makhya.
Jalan Makhya untuk meraih cita-cita pun mulai terbuka ketika diterima di UIN Sunan Gunung Djati Bandung melalui jalur mandiri dan beasiswa pada tahun 2021 .
"Akhirnya saya diterima di UIN Bandung yang tidak terdapat uang pangkal, dan saya coba cari beasiswa. Dari sana saya berkomitmen untuk mengharumkan nama kampus UIN Bandung,” ungkapnya.
Tetapi, di tengah suasana hati senang diterima kuliah di UIN Bandung, sang ayah tercinta pergi dipanggil sang Ilahi untuk selama-lamanya akibat sakit yang diderita selama ini. Kepergian sang ayah tepat di hari ia diterima kuliah di UIN Bandung. Dengan begitu, Makhya pun jadi satu-satunya tulang punggung keluarga.
“Di tahun 2021 bagi saya adalah tahun yang memilukan. Ayah saya meninggal dunia dan di tahun yang sama ibu saya harus operasi kanker ganas. Sehingga, saya satu-satunya yang harus bekerja untuk (biayai) sekolah adik dan biaya (brobat) ibu saya yang sampai hari ini masih harus perawatan rutin," tutur Makhya.
Tapi bagi Makhya, kehidupan harus terus berlanjut. Masa lalu bersama sang ayah hanya bisa dikenang dengan mengirimkan doa-doa.
Makhya menyadari bahwa tidak sedikit anak yang punya kondisi seperti dirinya. Maka ia pun bertekad untuk bangkit dan bermanfaat. Perjalanan hari ke hari hingga tahun ke tahun meyakinkan dirinya bisa dan terbukti dengan beberapa prestasi yang diraihya.
“Alhamdulillah, semasa kuliah saya menjuarai banyak lomba, seperti Best Speaker Debat Nasional di tahun 2023, Juara 1 Debat Nasional Hukum 2021, Juara 2 Cerdas Cermat BPKP 2023, Juara 2 Esai SFL 2023, dan Duta Santri Nasional 2021,” ungkapnya.
Ibunda Makhya, Siti Nur Aminah, mengungkapkan bahwa sang putri semasa kecil memang sangat berambisi. Semasa sekolah, tas ransel Makhya selalu penuh dengan buku. Makhya kecil adalah seorang yang kritis dan tidak segan untuk menyampaikan pendapat dan sedikit manja.
“Anaknya gemar bertanya dan dari kecil memang kritis. Kalau ada yang tidak sesuai dengan kata hati Makhya tidak segan menyampaikan. Di rumah dia anaknya cukup manja kalau dengan orang tua, maunya disuapin. Tapi kalau di luar Makhya kuat dan tanggung jawab,” tutur Aminah.
Ketua unit Pembinaan dan Promosi Mahasiswa Unggul (P2MU) UIN Bandung Jujun jamaludin mengungkapkan, Makhya merupakan sosok pribadi yang sangat positif, semangat, pantang menyerah, dan mempunyai dedikasi yang tinggi.
Makhya pernah mengikuti Student Exchange di Korea Selatan tahun 2023, Konferensi Pemuda di Brunei Darussalam tahun 2023, dan pada Februari 2024.
Makhya juga akan berangkat dalam waktu dekat untuk mengikuti Student Exchange di Singapura, konferensi di Thailand, dan Study Visit di Malaysia melalui beasiswa.
“Dengan kepribadiannya yang sangat positif, semangat pantang menyerah, dan dedikasi yang tinggi, Makhayatul Fikriyah tidak hanya menjadi bintang di UIN Bandung, tetapi juga menciptakan lingkungan kampus PTKIN (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri) yang inspiratif,” tutur Jamaludin dengan bangga.
1. Best Speaker Fordehkonsmero Law Fair Kompetisi Debat Nasional 2023
2. Juara 2 Kompetisi Cerdas Cermat BPKP Jawa Barat
3. Juara 2 Esai Nasional SFL Job Dealls 2023
4. Delegasi Fully Funded International Leadership Korea Selatan 2023
5. Delegasi Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri Kemenag RI Brunei Darussalam 2023
6. Best Presentation MABIMS Brunei Darussalam 2023
7. Santri Berprestasi Kedutaan Besar Republik Indonesia Bandar Sri Begawan 2023