Agar Tetap Produktif dan Nggak Ngantuk saat Berpuasa, Begini Caranya!
Riduwan
JAKARTA, (ERAKINI) - Saat berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga konsentrasi dan produktivitas menjadi tantangan yang cukup besar. Salah satu penyebab utama yang sering dialami ialah rasa kantuk yang datang secara tiba-tiba.
Pasalnya, selama berpuasa siklus tidur mengalami perubahan. Karena jatah tidur berkurang, saat harus bangun lebih pagi untuk menyiapkan dan melaksanakan sahur. Ditambah lagi, selama puasa tubuh tidak mendapatkan asupan makanan atau minuman selama seharian, maka sangat alamiah jika merasa lemas dan mengantuk. Hal itu dapat diatasi dengan coba melakukan beberapa cara.
Dilansir dari laman Halodoc, begini caranya agar produktif dan nggak ngantuk saat berpuasa, begini caranya!
1. Melakukan Peregangan Otot
Aktivitas yang monoton dan minim gerakan fisik akan mengakibatkan tubuh terasa lelah dan kaku. Seperti duduk diam dalam durasi yang lama dapat meningkatkan rasa kantuk, terlebih saat berpuasa. Oleh karena itu, cobalah untuk melakukan peregangan otot dengan menggerakkan fisik.
Seperti berjalan-jalan di kantor, memutar leher, meregangkan lengan, atau meluruskan punggung setiap beberapa jam sekali. Karena, peregangan otot ringan dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah, meredakan kekakuan otot, mengurangi rasa kantuk, dan meningkatkan fokus selama bekerja.
2. Membasuh Muka
Saat rasa kantuk menyerang tidak tertahan saat beraktivitas, cobalah membasuh muka dengan air dingin. Pasalnya, membilas wajah dengan air dingin dapat membantu melancarkan sirkulasi darah. Di samping itu, air dingin juga berfungsi mengejutkan sistem syaraf tubuh dan membantu Anda untuk lebih rileks dan merasa lebih segar. Sehingga dapat melanjutkan kembali beraktivitas.
3. Lakukan Aktivitas selama Waktu Istirahat Kantor
Saat jam istirahat kantor, cobalah melakukan beberapa aktivitas, dengan tujuan untuk merelaksasi kembali energi dan menghilangkan rasa lelah saat berpuasa. Beberapa aktivitas yang dapat dilakukan seperti bermain game, mendengarkan musik, olahraga ringan, ngobrol dengan rekan kerja, atau berjalan-jalan di kantor. Bisa juga, selama jam istirahat dimanfaatkan untuk untuk siang selama beberapa menit, untuk mengganti waktu malam yang terpotong.

















