Silsilah bagi orang batak dikenal dengan sebutan Tarombo. Tarombo penting bagi orang Batak untuk mengetahui hubungan kekerabatan dalam falsafah Dalihan Natolu. Foto: Ilustrasi/Ist
JAKARTA, (ERAKINI) - Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan keberagaman suku dan budaya. Di antara banyak suku di Indonesia, terdapat beberapa yang memiliki istilah marga, salah satunya Batak.
Bagi orang Batak, marga bagian dari identitas diri yang wajib melekat pada nama. Namun, bagi kebanyakan generasi sekarang, mungkin tidak mengetaui asal usul yang disandangnya.
Untuk itu, Erakini kali ini mengulas bagaimana asal usul atau silsilah garis keturunan marga-marga Batak. Hal ini penting bagi orang Batak untuk mengetahui hubungan kekerabatan dalam falsafah Dalihan Natolu.
Silsilah bagi orang batak dikenal dengan sebutan Tarombo. Tarombo merupakan silsilah garis keturunan secara patrilineal dalam suku Batak. Tarombo ini bermula dari seorang individu bernama Raja Batak.
Mengutip dari laman resmi yang dikelola Perhimpunan Budaya Indonesia (PBI), budaya-indonesia.org, Senin (3/6/2024), Si Raja Batak bersama istri disebutkan bermukim di lereng Pusuk Buhit, Sianjur Mulamula, yang saat ini masuk wilayah administrasi Kecamatan Sianjur Mula-mula, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara (Sumut).
Dari lereng Pusuk Buhit inilah dapat dikatakan sebagai daerah asal-muasal suku Batak yang kemudian menyebar ke berbagai pelosok negeri dan dunia. Berikut Silsilahnya:
Si Raja Batak memiliki 2 orang putra, yaitu:
Guru Tatae Bulan
Raja Isumbaon
Guru Tatae Bulan Mempunyai 5 orang putra, yaitu:
Raja Biak-Biak (Raja Uti)
Saribu Raja
Limbong Mulana
Sagala Raja
Silau Raja
Raja Isumbaon Mempunyai 3 orang putra dan 5 putri, yaitu:
Putra:
Tuan Sorimangaraja
Raja Asiasi
Sangkar Somalidang
Putri:
Si Boru Pareme (kawin dengan Saribu Raja)
Si Boru Anting Sabungan (kawin dengan Tuan Sorimangaraja)
Si Boru Biding Laut (tidak kawin)
4. Si Boru Nan Tinjo (tidak kawin)
Raja Uti
Raja Uti atau sering disebut Si Raja Biak-biak, Raja Sigumeleng-geleng, terkenal sakti dan serba bisa. Ia memiliki ilmu yang cukup tinggi, namun secara fisik tidak sempurna. Karena itu, dalam memimpin Tanah Batak ia memandatkan atau bersepakat dengan keponakannya Sisimangaraja.
Saribu Raja
Saribu Raja dan Boru Pareme memiliki anak kembar, satu peremupan satunya lagi laki-laki. Awalnya Saribu Raja kawin dengan Nai Margiring Laut, yang melahirkan putra bernama Raja Iborboron (Borbor). Tetapi kemudian Saribu Raja mengawini adiknya, Si Boru Pareme, sehingga antara mereka terjadi perkawinan incest.
Setelah perbuatan melanggar adat itu diketahui oleh saudara-saudaranya, yaitu Limbong Mulana, Sagala Rraja, dan Silau Raja, maka merekka sepakat mengusir Saribu Raja.
Saribu Raja akhirnya mengembara ke hutan Sabulan meninggalkan Si Boru Pareme yang sedang dalam keadaan hamil. Ketika Si Boru Pareme hendak bersalin, dia diusir oleh saudara-saudaranya ke hutan dan malah bertemu lagi dengan Saribu Raja.
Saribu Raja datang bersama seekor harimau betina yang sebelumnya telah dipeliharanya menjadi "istrinya" di hutan itu. Harimau betina itulah yang kemudian merawat serta memberi makan Si Boru Pareme di dalam hutan. Si Boru Pareme melahirkan seorang putra yang diberi nama Si Raja Lontung.
Konon, dari istrinya sang harimau, Saribu Raja memperoleh seorang putra yang diberi nama Si Raja Babiat. Di kemudian dari Si Raja Babiat mempunyai banyak keturunan di daerah Mandailing. Mereka bermarga Bayoangin. Karena selalu dikejar-kejar dan diintip oleh saudara-saudaranya, Sariburaja berkelana ke daeerah Angkola dan seterusnya ke Barus.
Si Raja Lontung
Si Raja Lontung merupakan putra pertama dari Saribu Raja dan mempunyai 7 orang putra dan 2 orang putri, yaitu:
Putri :
1. Si Boru Anakpandan, kawin dengan Toga Sihombing
2. Si Boru Panggabean, kawin dengan Toga Simamora
Karena semua putra dan putri dari Si Raja Lontung berjumlah 9 orang, maka mereka sering dijuluki dengan nama Lontung Si Sia Marina, Pasia Boruna Sihombing Simamora.
Tuan Situmorang
Dari keturunan Situmorang, lahir marga-marga cabang Lumban Pande, Lumban Nahor, Suhutnihuta, Siringoringo, Sitohang, Rumapea, Padang, Solin.
Sinaga Raja
Dari Sinaga Raja lahir marga-marga cabang Simanjorang, Simandalahi, Barutu.
Toga Nainggolan
Dari Toga Nainggolan lahir marga-marga cabang Rumahombar, Parhusip, Lumban Tungkup, Lumban Siantar, Hutabalian, Lumban Raja, Pusuk, Buaton, Nahulae.
Simatupang
Dari Simatupang lLahir marga-marga cabang Togatorop (Sitogatorop), Sianturi, Siburian.
Aritonang
Dari Aritonang, lahir marga-marga cabang Ompu Sunggu, Rajagukguk, Simaremare.
Siregar
Dari Siregar lahir marga-marga cabang Silo, Dongaran, Silali, Siagian, Ritonga, Sormin.
Si Raja Borbor
Si Raja Borbor merupakan putra kedua dari Saribu Raja dari istri Nai Margiring Laut. Semua keturunannya disebut Marga Borbor.
Cucu Raja Borbor yang bernama Datu Taladibabana (generasi keenam) mempunyai 6 orang putra, yang menjadi asal-usul marga-marga berikut :
1. Datu Dalu (Sahangmaima)
2. Sipahutar, keturunannya bermarga Sipahutar
3. Harahap, keturunannya bermarga Harahap
4. Tanjung, keturunannya bermarga Tanjung
5. Datu Pulungan, keturunannya bermarga Pulungan
6. Simargolang, keturunannya bermarga Imargolang
Keturunan Datu Dalu kemudian melahirkan marga-marga sebagai berikut :
1. Pasaribu, Batubara, Habeahan, Bondar, Gorat
2. Tinendang, Tangkar
3. Matondang
4. Saruksuk
5. Tarihoran
6. Parapat
7. Rangkuti
Keturunan Datu Pulungan selanjutunya melahirkan marga Lubis dan Hutasuhut.
Limbong Mulana dan marga-marga keturunannya
Limbong Mulana adalah putra ketiga dari Guru Tatea Bulan. Keturunannya bermarga Limbong yang mempunyai dua orang putra, yaitu Palu Onggang dan Langgat Limbong.
Putra dari Langgat Limbong ada tiga orang. Keturunan dari putranya yang kedua kemudian bermarga Sihole, dan keturunan dari putranya yang ketiga bermarga Habeahan. Yang lainnya tetap memakai marga induk, yaitu Limbong.
Sagala Raja
Sagala Raja merupakan putra keempat dari Guru Tatea Bulan. Sampai sekarang keturunannya tetap memakai marga Sagala.
Silau Raja
Silau Raja adalah putra kelima dari Guru Tatea Bulan yang mempunyai empat orang putra, yaitu:
1. Malau
2. Manik
3. Ambarita
4. Gurning
Tuan Sori Mangaraja
Tuan Sorimangaraja adalah putra pertama dari Raja Isombaon. Dari ketiga putra Raja Isombaon, dialah satu-satunya yang tinggal di Pusuk Buhit (di Tanah Batak). Istrinya ada 3 orang, yaitu :
1. Si Boru Anting Malela (Nai Rasaon), putri dari Guru Tatea Bulan
Si Boru Anting Malela melahirkan putra yang bernama Tuan Sorba Djulu (Ompu Raja Nabolon), gelar Nai Ambaton..
2. Si Boru Biding Laut (nai ambaton), juga putri dari Guru Tatea Bulan
Si Boru Biding Laut melahirkan putra yang bernama Tuan Sorba Jae (Raja Mangarerak), gelar Nai Rasaon..
3. Si Boru Sanggul Baomasan (nai suanon)
Si Boru Sanggul Haomasan melahirkan putra yang bernama Tuan Sorbadibanua, gelar Nai Suanon.
Nai Ambaton (Tuan Sorba Djulu/Ompu Raja Nabolon)
Nama (gelar) putra sulung Tuan Sorimangaraja lahir dari istri pertamanya yang bernama Nai Ambaton. Nama sebenarnya adalah Ompu Raja Nabolon, tetapi sampai sekarang keturunannya bermarga Nai Ambaton menurut nama ibu leluhurnya.
Nai Ambaton mempunyai empat orang putra, yaitu:
1. Simbolon Tua, keturunannya bermarga Simbolon
2. Tamba Ttua, keturunannya bermarga Tamba
3. Saragi Tua, keturunannya bermarga Saragih
4. Munte Tua, keturunannya bermarga Munte (Munte, Nai Munte, atau Dalimunte)
Dari keempat marga pokok tersebut, lahir marga-marga cabang sebagai berikut (menurut buku TaromboMarga Ni Suku Batak karangan W Hutagalung):
Simbolon
Lahir marga-marga Tinambunan, Tumanggor, Maharaja, Turutan, Nahampun, Pinayungan. Juga marga-marga Berampu dan Pasi.
Saragih
Lahir marga-marga Simalango, Saing, Simarmata, Nadeak, Sidabungke.
Munte
Lahir marga-marga Sitanggang, Manihuruk, Sidauruk, Turnip, Sitio, Sigalingging.
Keterangan lain mengatakan bahwa Nai Ambaton mempunyai dua orang putra, yaitu Simbolon Tua dan Sigalingging. Simbolon Tua mempunyai lima orang putra, yaitu Simbolon, Tamba, Saragi, Munte, dan Nahampun.
Walaupun keturunan Nai Ambaton sudah terdiri dari berpuluih-puluh marga dan sampai sekarang sudah lebih dari 20 sundut (generasi), mereka masih mempertahankan Ruhut Bongbong, yaitu peraturan yang melarang perkawinan antarsesama marga keturunan Nai Ambaton.
Catatan mengenai Ompu Bada, menurut buku "TaromboMarga Ni Suku Batak" karangan W Hutagalung, Ompu Bada tersebut adalah keturunan Nai Ambaton pada sundut kesepuluh.
Nai Rasaon (Raja Mangarerak)
Nama (gelar) putra kedua dari Tuan Sorimangaraja, lahir dari istri kedua tuan Sorimangaraja yang bernama Nai Rasaon. Nama sebenarnya ialah Raja Mangarerak, tetapi hingga sekarang semua keturunan Raja Mangarerak lebih sering dinamai orang Nai Rasaon.
Raja Mangarerak mempunyai dua orang putra, yaitu Raja Mardopang dan Raja Mangatur. Ada empat marga pokok dari keturunan Raja Mangarerak:
Raja Mardopang
Menurut nama ketiga putranya, lahir marga-marga Sitorus, Sirait, dan Butar-butar.
Raja Mangatur
Menurut nama putranya, Toga Manurung, lahir marga Manurung. Marga pane adalah marga cabang dari sitorus.
Nai Suanon (Tuan Sorbadibanua)
Nama (gelar) putra ketiga dari Tuan Sorimangaraja, lahir dari istri ketiga Tuan Sorimangaraja yang bernama Nai Suanon. Nama sebenarnya ialah Tuan Sorbadibanua, dan di kalangan keturunannya lebih sering dinamai Ttuan Sorbadibanua. Tuan Sorbadibanua, mempunyai dua orang istri dan memperoleh 8 orang putra.
Dari istri pertama (putri Sariburaja):
1. Si Bagot Ni Pohan, keturunannya bermarga Pohan
2. Si Paet Tua
3. Si Lahi Sabungan, keturunannya bermarga Silalahi
4. Si Raja Oloan
5. Si Raja Huta Lima
Dari istri kedua (Boru Sibasopaet, putri Mojopahit) :
a. Si Raja Sumba
b. Si Raja Sobu
c. Toga Naipospos, keturunannya bermarga Naipospos
Keturunana Tuan Sorbadibanua berkembang dengan pesat, yang melahirkan lebih dari 100 marga hingga saat ini. Keturunan Si Bagot ni Pohan melahirkan marga dan marga cabang berikut:
Keturunan Si Raja Oloan melahirkan marga dan marga cabang berikut:
1. Naibaho, Ujung, Bintang, Manik, Angkat, Hutadiri, Sinamo, Capa
2. Sihotang, Hasugian, Mataniari, Lingga
3. Bangkara
4. Sinambela, Dairi
5. Sihite, Sileang
6. Simanullang
Keturunan Si Raja Huta Lima melahirkan marga dan marga cabang berikut:
1. Maha
2. Sambo
3. Pardosi, Sembiring Meliala
Keturunan Si Raja Sumba melahirkan marga dan marga cabang berikut:
1. Simamora, Rambe, Purba, Manalu, Debataraja, Girsang, Tambak, Siboro
2. Sihombing, Silaban, Lumban Toruan, Nababan, Hutasoit, Sitindaon, Binjori
Keturunan Si Raja Sobu melahirkan marga dan marga cabang berikut:
1. Sitompul
2. Hasibuan, Hutabarat, Panggabean, Hutagalung, Hutatoruan, Simorangkir, Hutapea, Lumban Tobing, Mismis
Keturunan Toga Naipospos melahirkan marga dan marga cabang berikut:
1. Marbun, Lumban Batu, Banjarnahor, Lumban Gaol, Meha, Mungkur, Saraan
2. Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang
Itulah silsilahmarga-marga Batak sebagai referensi untuk mengetahui asal usul kerabat. Karena keterbatasan data, terdapat beberapa silsilah yang tidak dapat tercantumkan.