Kiat Mengelola Pengeluaran Jelang Lebaran dari Pakar Perencana Keuangan
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Menjelang Hari Raya Idulfitri harga-harga kebutuhan pokok biasanya naik. Belum lagi sudah kebiasaan masyarakat Indonesia banyak pengeluaran dalam menyambut Lebaran, sehingga perlu pintar mengelola keuangan.
CEO dan Kepala Perencana Keuangan QM Financial Ligwina Hananto memberikan beberapa kiat dalam menghadapi perayaan Lebaran.
"Ya, tentu berhemat. Apa yang harus kita lakukan. apa yang harus kita siapkan. Kalau buat aku, orang yang sudah punya anggaran akan tahu dia berhematnya buat apa," ujar Ligwina di Jakarta, Rabu, 20 Maret 2024.
Ligwina lalu membagikan rumus sederhana yang dikenal dengan rumus 1, 2, 3, dan 4. Angka 1 mengacu pada 10 persen, 2 adalah 20 persen, 3 adalah 30 persen, dan 4 adalah 40 persen.
Arti dari rumus ini adalah, 10 persen dari penghasilan harus dialokasikan untuk ditabung dan diinvestasikan. Selanjutnya, maksimal 20 persen dapat digunakan untuk keperluan gaya hidup, seperti bersenang-senang, menonton bioskop, atau mengunjungi kafe.
Bagian berikutnya, yakni sebanyak 30 persen dapat dialokasikan untuk pembayaran hutang atau cicilan. Sementara sisanya, yaitu 40 persen adalah untuk biaya hidup sehari-hari.
"Nah, berhemat itu agar semua pos ini terjaga. Kalau kita boros, (misalnya) untuk gaya hidup saja nanti untuk nabungnya enggak ada. Maka, kita harus tahu mana pos yang harus dihemat supaya kita ada pos untuk nabung, untuk gaya hidup, tapi bayar cicilan atau utang jalan terus," ucapnya.
Menurut Ligwina, masyarakat harus bisa membedakan antara gaya hidup dan biaya untuk hidup. Biaya hidup mencakup kebutuhan sehari-hari seperti makan, membayar listrik, atau kebutuhan transportasi. Sedangkan gaya hidup lebih kepada untuk bersenang-senang, termasuk baju . "Kalau gaya hidup itu, kalaupun enggak ada kita tetap baik-baik saja," tukasnya.

















