Beasiswa IISMA 2024 kembali dibuka bagi mahasiswa unggul dari seluruh Indonesia tanpa terkecuali, dengan kuota mencapai 3.300 peserta. Foto: Ilustrasi/Ist
JAKARTA, (ERAKINI) - Pendaftaran beasiswa Indonesia International Student Mobility Award (IISMA) kembali dibuka. Beasiswa IISMA 2024 membuka kesempatan bagi mahasiswa unggul dari seluruh Indonesia tanpa terkecuali, dengan kuota mencapai 3.300 peserta.
IISMA merupakan salah satu dari delapan program flagship di bawah kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Program ini bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi.
Program beasiswa ini memberikan peluang dan kesempatan kepada mahasiswa Indonesia untuk belajar di Perguruan Tinggi (PT) luar negeri ternama selama satu semester.
Program IISMA mulai dibuka pada tahun 2021 dengan tujuan untuk memberikan hak dan kesempatan bagi mahasiswa Sarjana semester 4-6 untuk menempuh perkuliahan di perguruan tinggi terkemuka di luar negeri yang menjadi mitra Kemendikbudristek dalam bentuk beasiswa.
Mahasiswa dapat mengambil mata kuliah untuk pengembangan diri yang diminati dan sesuai dengan persyaratan yang berlaku di perguruan tinggi mitra di luar negeri dan perguruan tinggi asal mahasiswa.
Dilihat dari laman dikti.kemdikbud, Senin (29/1/2024), pedaftaran IISMA tahun 2024 sudah dibuka sejak Selasa (23/1) hingga Rabu (14/2) melalui portal IISMA. Tahun 2024 ini, IISMA melakukan seleksi calon awardees melalui tiga skema, yaitu regular, afirmasi, dan co-funding.
Skema reguler merupakan beasiswa penuh dari Kemendikbudristek RI. Sedangkan skema afirmasi merupakan beasiswa penuh dari Kemendikbudristek untuk mahasiswa yang berasal dari wilayah tertinggal sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2020 tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2020-2024 atau mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP-Kuliah) atau mahasiswa penerima Beasiswa Bidikmisi.
Sementara skema co-funding dibuka setelah skema regular dan afirmasi telah diumumkan. Melalui skema co-funding ini, IISMA memberikan kesempatan lebih banyak kepada mahasiswa Indonesia yang hendak mendapatkan pengalaman belajar di perguruan tinggi luar negeri dengan pembiayaan yang berasal dari dua pihak, yaitu dana dari pemerintah dan mahasiswa secara mandiri.
Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Sri Suning Kusumawardani menyatakan, program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa unggul dari Sabang sampai Merauke untuk belajar selama satu semester sebagai duta bangsa di perguruan tinggi terbaik di luar negeri dengan dukungan biaya dari pemerintah Indonesia.
IISMA tahun 2023 telah berhasil menarik lebih dari 10.000 pendaftar yang berasal dari skema reguler dan co-funding. Dengan dibukanya tiga skema pendaftaran di tahun ini diharapkan mampu mendorong peningkatan partisipasi mahasiswa, sehingga peserta IISMA lebih terdistribusi secara proporsional.
Direktur Pendidikan Vokasi (Diksi) Kiki Yuliati mengapresiasi dan mendorong perguruan tinggi untuk memberikan peluang bagi sebanyak-banyaknya mahasiswa vokasi untuk mengikuti program IISMA.
Kata dia, jumlah kuota yang dibuka tahun ini meningkat menjadi sebanyak 3.000-3.300 peserta, dengan jumlah mitra 140-150 universitas yang tersebar di 30 negara.
1. Warga Negara Indonesia yang menetap di Indon.esia dan tidak mempunyai status kewarganegaraan ganda
2. Usia maksimal 24 tahun pada 1 Juli 2024.
3. Mahasiswa berstatus aktif dengan IPK minimal 3,0 dari skala 4,0 dan dibuktikan dengan transkrip akademik terbaru
4. Dinominasikan oleh wakil rektor bidang akademik dari kampus masing-masing.
5. Tidak pernah mengambil cuti semester selama kuliah
6. Tidak mengikuti program Kampus Merdeka lainnya selama program IISMA.
7. Tidak mengambil mata kuliah atau ikut perkuliahan di kampus asal.
8. Tidak pernah ikut lebih dari 1 program Kampus Merdeka sebelum daftar program IISMA.
9. Tidak menerima biaya hidup atau tunjangan hidup dari Kemendikbud Ristek dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dari program lain selama mengikuti IISMA.
10. Tidak pernah melanggar hukum yang berlaku di Indonesia.
11. Bersedia mematuhi semua aturan dan mengikuti semua kegiatan yang ditetapkan dalam program IISMA.
Persyaratan Khusus
Jenjang S1:
- Mahasiswa S1 semester ke-4 atau ke-6
- Skor minimal TOEFL iBT78 atau IELTS 6.0 atau Duolingo 100
Jenjang Vokasi:
– Mahasiswa D3 semester 4 atau D4 semester 4 atau 6
– Skor minimal TOEFL iBT60 atau IELTS 6,0 atau Duolingo 95 atau TOEIC 605.
Dokumen yang Diperlukan:
– Surat rekomendasi yang ditandatangani kepala urusan internasional atau jabatan relevan
– Surat pernyataan dari orang tua pelamar
– Transkrip nilai dalam bahasa Inggris
– Sertifikat tes bahasa Inggris (IELTS/TOEFL-iBT/TOEIC/Duolingo)
– Surat pernyataan tidak pernah melakukan pertukaran fisik internasional
– Surat pernyataan bebas narkoba dan zat adiktif
Informasi lebih lanjut dan pendaftaran IISMA 2024 tersedia di laman iisma.kemdikbud.go.id.