Menonton pertandingan sepak bola ternyata tidak hanya menjadi hiburan bagi para penggemar tapi juga dapat memengaruhi kondisi fisik dan psikologis. Foto: Ilustrasi
JAKARTA, (ERAKINI) – Piala Dunia 2026 sudah memasuki babak akhir. Kini hanya empat tim tersisa, dan menariknya seluruh semifinalis merupakan negara yang berada di jajaran teratas peringkat FIFA.
Babak empat besar kali ini menghadirkan duel para raksasa sepak bola dunia, yakni Prancis (1), Argentina (2), Spanyol (3), dan Inggris (4). Jadi, menarik untuk ditonton.
Menonton pertandingan sepak bola ternyata tidak hanya menjadi hiburan bagi para penggemar. Sejumlah penelitian menunjukkan aktivitas tersebut juga dapat memengaruhi kondisi fisik dan psikologis penonton, meski tentu tidak dapat menggantikan manfaat olahraga secara langsung.
Salah satu penelitian dari University of Leeds menemukan bahwa detak jantung penonton dapat meningkat secara signifikan selama menyaksikan pertandingan sepak bola. Dalam kondisi tertentu, respons fisiologis tersebut disebut menyerupai aktivitas fisik intensitas ringan hingga sedang, seperti berjalan cepat.
Penelitian itu mencatat denyut jantung penonton dapat meningkat hingga sekitar 64 persen atau mencapai sekitar 130 denyut per menit ketika pertandingan berlangsung. Respons tersebut dipengaruhi oleh ketegangan dan emosi yang dirasakan selama laga.
Selain itu, kemenangan tim favorit juga dikaitkan dengan penurunan tekanan darah setelah pertandingan serta memberikan efek psikologis positif yang dapat bertahan selama beberapa hari.
Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa respons tubuh saat menonton pertandingan dipengaruhi oleh emosi yang dirasakan penonton.
Ketika tim favorit mencetak gol, denyut jantung dapat meningkat sekitar 27 persen akibat rasa gembira dan antusias. Sebaliknya, saat tim kebobolan, denyut jantung juga dapat meningkat hingga sekitar 22 persen sebagai respons terhadap stres.
Setelah pertandingan berakhir, tekanan darah umumnya kembali menurun, terutama ketika penonton mengalami kepuasan atas hasil pertandingan.
Namun, pengalaman menonton sepak bola tidak selalu memberikan dampak positif. Kekalahan tim favorit dapat memicu stres, memengaruhi suasana hati, dan menimbulkan kekecewaan yang cukup besar bagi sebagian penggemar.
Selain berdampak pada kondisi fisik, menonton sepak bola bersama keluarga, teman, atau pasangan juga dapat memperkuat hubungan sosial. Aktivitas bersama tersebut dinilai mampu meningkatkan rasa kebersamaan dan dukungan emosional yang berkontribusi terhadap kesehatan mental.
Sejumlah penelitian juga menunjukkan hubungan sosial yang sehat berkaitan dengan kesehatanjantung yang lebih baik dan kualitas hidup yang lebih tinggi.
Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa menonton sepak bola tidak dapat disamakan dengan berolahraga. Peningkatan denyut jantung saat menyaksikan pertandingan merupakan respons emosional, bukan aktivitas fisik yang memberikan manfaat kebugaran seperti olahraga rutin.
Karena itu, menonton sepak bola dapat menjadi bagian dari gaya hidup yang menyenangkan, tetapi tetap perlu diimbangi dengan aktivitas fisik secara teratur, pola makan sehat, serta waktu istirahat yang cukup untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.