Mengenal penyakit kanker hati penting untuk bisa melakukan pencegahan dini. Foto: Ilustrasi/Ist
JAKARTA, (ERAKINI) - Mengenal penyakitkanker hati penting untuk bisa melakukan pencegahan dini. Jika penyakit ini lebih dini terdiagnosis, maka peluang penderitanya untuk sembuh juga semakin besar.
Kanker hati atau karsinoma hepatoseluler merupakan salah satu kanker yang tingkat mortalitasnya sangat tinggi. Kanker hati yang disebut juga kanker liver (liver cancer) atau hepatoma, adalah tumor ganas yang berasal dari sel hati (hepatosit).
Kematian akibat tumor ganas hati mencapai 1,25 juta per tahun di dunia, termasuk kanker ganas yang menempati urutan kelima sebagai penyebab kematian pada laki-laki dan kesembilan pada perempuan.
Kanker hati adalah kondisi serius yang termasuk sering terjadi. Terutama pada pria yang usianya di atas 40 tahun. Berdasarkan data Globocan, kanker hati adalah jenis kanker dengan angka kejadian tertinggi nomor 2 pada laki-laki di Indonesia, setelah kanker paru. Angka kejadian kanker hati pada pasien laki-laki sebesar 12,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 7,6 per 100.000 penduduk.
Dirangkum Erakini dari berbagai sumber, Minggu (3/3/2024), kanker liver adalah pertumbuhan jaringan yang tidak normal dalam hati (liver), yang bermutasi dan membentuk tumor. Kanker jenis ini lebih banyak ditemui di Asia ketimbang negara Barat.
Sama seperti jenis kanker lainnya, kanker hati memiliki beberapa tahap atau stadium yang menggambarkan ukuran dan tingkat penyebaran kanker. Tahapan yang paling umum dipakai adalah sistem stadium 1 – 4. Berikut kondisi umum di setiap stadium:
1.Kanker Stadium 1
Tumor berada di dalam hati dan belum menyebar ke organ atau lokasi lain.
2. Kanker Stadium 2
Beberapa tumor kecil di dalam hati atau ada satu tumor yang mencapai pembuluh darah.
3. Kanker Stadium 3
Beberapa tumor besar atau satu tumor yang mencapai pembuluh darah utama.
4. Kanker Stadium 4
Sudah terjadi penyebaran sel kanker ke organ tubuh lainnya.
Gejala Kanker Hati
Gejala kanker hati biasanya baru terlihat jelas pada stadium lanjut. Satu dari tiga pasien tidak menunjukkan ciri-ciri kanker hati sejak awal.
Oleh karena itu, gejala kanker hati bisa jadi berbeda-beda pada setiap pasien. Namun, beberapa gejala umum yang muncul biasanya tidak jauh berbeda dengan penyakit hati kronis lainnya, yakni:
1. Nyeri pada perut atau organ hati (perut bagian kanan atas).
2. Kulit dan mata menguning atau disebut juga penyakit kuning.
3. Pembengkakan perut akibat cairan (asites).
4. Pembengkakan organ hati.
5. Mual, muntah, dan mudah lelah.
6. Mudah memar atau berdarah.
7. Sakit punggung.
8. Merasa perut penuh meskipun hanya makan sedikit.
9. Penurunan berat badan.
Penyebab Kanker Hati
Penyebab kanker hati adalah mutasi atau perubahan sel pada organ hati. Hal ini mengakibatkan pertumbuhan sel menjadi tidak terkendali, sehingga membentuk tumor. Terdapat beberapa kondisi yang bisa memicu pembentukan sel kanker pada organ ini:
1. Hepatitis
Hepatitis B dan C sering menjadi pemicu utama terbentuknya sel kanker pada organ ini. Virus-virus ini menyebabkan peradangan kronis, sehingga menyebabkan kerusakan sel hati dan memicu pertumbuhan sel kanker.
2. Sirosis hati
Kondisi ini terjadi ketika jaringan parut menggantikan jaringan hati yang sehat. Berbagai penyebabnya mulai dari mengidap alkoholisme kronis, hepatitis kronis, atau kelainan genetik. Sirosis meningkatkan risikonya karena sel yang rusak lebih rentan mengalami mutasi.
3. Konsumsi alkohol
Minum alkohol secara berlebihan dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan hati dan meningkatkan risiko penyakit ini. Risiko ini lebih tinggi pada mereka yang memiliki riwayat hepatitis atau sirosis.
4. Obesitas
Orang yang mengidap obesitas atau kelebihan berat badan juga lebih berisiko mengembangkan kanker. Lemak yang menumpuk di hati dapat menyebabkan peradangan dan merusak sel-sel hati.
5. Diabetes Penyakit diabetes tipe 2 yang tidak terkontrol dapat menyebabkan akumulasi lemak di hati dan meningkatkan risiko kanker.
6. Konsumsi makanan yang tidak sehat
Pola makan yang tidak sehat, khususnya yang mengandung banyak lemak jenuh dan kalori, dapat menyebabkan peningkatan berat badan dan menyebabkan kondisi seperti non-alkoholik steatohepatitis. Kondisi tersebut merupakan faktor risiko utama jenis kanker ini.
7. Paparan aflatoksin
Aflatoksin adalah racun yang diproduksi oleh jamur Aspergillus flavus dan Aspergillus parasiticus. Racun tersebut dapat terkumpul dalam makanan seperti kacang-kacangan, beras, biji-bijian, dan juga pada makanan ternak. Paparan aflatoksin yang tinggi dikaitkan dengan risiko kanker ini.
8. Penggunaan obat-obatan tertentu
Menggunakan obat-obatan tertentu dalam jangka panjang, seperti anabolik steroid atau obat imunosupresan, juga dapat meningkatkan risiko kanker.