Ilustrasi – Penjelasan mengenai waktu terbaik untuk makan pagi agar pencernaan tetap sehat dan mana yang lebih baik antara sarapan dulu atau mandi dulu. (Foto: Pixabay).
JAKARTA, (ERAKINI) - Pernah dengar larangan untuk langsung mandi setelah sarapan? Sebagian menganggapnya sekadar mitos turun-temurun tanpa dasar ilmiah. Namun, para ahli kesehatan menjelaskan bahwa anjuran tersebut sebenarnya berkaitan dengan cara tubuh mengatur aliran darah dan menjalankan proses pencernaan.
Setelah makanan masuk ke dalam tubuh, sistem pencernaan bekerja ekstra untuk mengolah nutrisi agar dapat diserap dan dimanfaatkan oleh sel-sel tubuh. Proses ini membutuhkan pasokan darah yang cukup besar ke lambung dan usus. Karena itu, aktivitas tertentu yang memengaruhi sirkulasi darah, termasuk mandi, dapat berdampak pada kenyamanan pencernaan.
Meski umumnya tidak menimbulkan kondisi berbahaya bagi orang sehat, mandi tepat setelah makan berpotensi menyebabkan beberapa keluhan ringan seperti perut terasa penuh, mual, hingga kram. Risiko tersebut bisa lebih terasa pada orang yang memiliki gangguan pencernaan atau kondisi medis tertentu.
Melansir Halodoc, ketika seseorang selesai makan, tubuh akan mengaktifkan sistem saraf parasimpatik yang dikenal sebagai mekanisme “rest and digest” atau istirahat dan mencerna. Pada fase ini, jantung meningkatkan aliran darah menuju organ-organ pencernaan untuk membantu proses pemecahan makanan. Darah membawa oksigen dan berbagai zat penting yang mendukung kerja lambung serta usus dalam mengolah makanan.
Kondisi meningkatnya aliran darah ke saluran cerna ini dikenal sebagai hiperemia pascaprandial. Selama proses tersebut berlangsung, tubuh memprioritaskan sistem pencernaan dibandingkan beberapa bagian tubuh lainnya. Fase ini dapat berlangsung mulai dari 30 menit hingga beberapa jam, tergantung jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi.
Menurut penjelasan medis, mandi—terutama menggunakan air hangat—dapat memicu vasodilatasi atau pelebaran pembuluh darah di permukaan kulit. Saat pembuluh darah kulit melebar, tubuh mengalihkan sebagian aliran darah ke area tersebut untuk membantu mengatur suhu tubuh. Akibatnya, pasokan darah yang sebelumnya difokuskan ke sistem pencernaan dapat berkurang.
Kondisi ini memang tidak langsung menghentikan proses pencernaan, tetapi dapat membuatnya berlangsung lebih lambat sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman pada sebagian orang.
Beberapa keluhan yang mungkin muncul antara lain:
- Perut terasa penuh lebih lama karena proses pencernaan berjalan lebih lambat.
- Mual atau sensasi tidak nyaman di area lambung.
- Kram perut akibat kontraksi otot pencernaan yang kurang optimal.
- Efisiensi penyerapan nutrisi yang sedikit menurun, meski umumnya tidak berdampak signifikan.
Sebagian besar ahli kesehatan menyarankan untuk memberikan jeda sekitar 30 hingga 60 menit setelah makan sebelum mandi. Waktu tersebut memungkinkan lambung menyelesaikan fase awal pencernaan yang membutuhkan suplai darah paling besar. Dengan demikian, tubuh tidak perlu membagi fokus antara proses pencernaan dan pengaturan suhu tubuh secara bersamaan.
Bagi penderita Gastroesophageal Reflux Disease atau penyakit asam lambung, anjuran ini menjadi lebih penting. Aktivitas tertentu setelah makan, termasuk membungkuk atau berdiri terlalu lama saat mandi, dapat meningkatkan tekanan di dalam perut dan memicu naiknya asam lambung ke kerongkongan.
Jadi, kesimpulannya, jika memungkinkan, mandi sebelum makan merupakan pilihan yang lebih nyaman bagi tubuh. Namun, bila Anda ingin mandi setelah makan, sebaiknya beri jeda setidaknya 30–60 menit agar proses pencernaan dapat berjalan optimal.
Pada dasarnya, mandi setelah makan bukanlah tindakan yang berbahaya bagi kebanyakan orang. Meski demikian, memberi waktu bagi tubuh untuk fokus mencerna makanan terlebih dahulu dapat membantu mengurangi risiko gangguan pencernaan dan membuat tubuh terasa lebih nyaman setelah makan.