JAKARTA, (ERAKINI) - Sarapan sudah menjadi kebiasaan untuk mengisi energi sebelum memulai aktivitas. Namun, salah memilih sarpaan bisa berakibat fatal ke perut. Salah satu jenis makanan untuk disantap sarapan yang aman dikonsumsi yaitu roti putih.
Roti putih umumnya dibuat dari tepung gandum yang telah melalui proses penggilingan dan pemurnian. Dalam proses tersebut, bagian dedak dan benih gandum dihilangkan sehingga sebagian besar yang tersisa adalah endosperma. Proses ini menghasilkan tepung berwarna putih dengan tekstur lebih halus.
Dibandingkan produk berbahan gandum utuh, roti putih umumnya memiliki kandungan serat yang lebih rendah. Kondisi tersebut membuat karbohidrat di dalamnya relatif lebih cepat dicerna dan diserap tubuh. Akibatnya, konsumsi roti putih dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat lebih cepat dibandingkan makanan yang mengandung lebih banyak serat.
Makanan dengan indeks glikemik (IG) tinggi juga dapat membuat seseorang lebih cepat merasa lapar setelah makan. Karena itu, jenis makanan yang dikonsumsi bersama roti putih menjadi hal yang perlu diperhatikan. Konsumsi karbohidrat olahan secara berlebihan dan terus-menerus, terutama dalam pola makan yang tidak seimbang, juga dapat berkontribusi terhadap peningkatan risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk obesitas dan diabetes tipe 2. Meski demikian, bukan berarti roti putih harus sepenuhnya dihindari.
Roti putih tetap dapat dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang. Salah satu caranya adalah mengombinasikannya dengan makanan yang mengandung protein, serat, dan lemak sehat. Sebagai contoh, roti putih dapat disantap bersama telur, ikan, ayam, alpukat, kacang-kacangan, atau sayuran. Kombinasi tersebut dapat membuat menu sarapan menjadi lebih lengkap dan membantu memberikan rasa kenyang lebih lama.
Porsi juga perlu diperhatikan. Mengonsumsi beberapa lembar roti putih sekaligus, terutama jika disertai makanan atau minuman tinggi gula, dapat meningkatkan total asupan kalori dan karbohidrat. Jika memungkinkan, roti berbahan gandum utuh juga dapat menjadi alternatif karena umumnya mengandung lebih banyak serat dan nutrisi dibandingkan roti putih.
Kebutuhan serat sebaiknya terutama dipenuhi melalui makanan, seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Suplemen serat dapat menjadi pilihan dalam kondisi tertentu, tetapi penggunaannya sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan aturan pakai. Konsumsi serat juga perlu disertai asupan cairan yang cukup.
Salah satu produk yang mengandung psyllium husk adalah Vegeta Herbal Grape. Psyllium merupakan sumber serat larut yang dapat menyerap air dan membentuk gel di saluran pencernaan.
Namun, suplemen serat bukan pengganti pola makan sehat dan tidak dapat digunakan untuk "menetralkan" dampak konsumsi roti putih. Jika memiliki diabetes, pradiabetes, gangguan pencernaan, atau sedang mengonsumsi obat tertentu, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan sebelum menggunakan suplemen.
Demikian penjelasan terkait dengan jenis makanan yang aman digunakan untuk sarapan. Semoga bermanfaat.