Hari libur memang waktunya bersantai, tetapi jangan disia-siakan begitu saja. Banyak aktivitas ringan yang bisa dilakukan agar tubuh tetap bugar. Foto: Ilustrasi/Ist
JAKARTA, (ERAKINI) —Hari libur memang waktunya bersantai, tetapi jangan disia-siakan begitu saja. Banyak aktivitas ringan yang bisa dilakukan agar tubuh tetap bugar.
Kesehatan merupakan aspek penting yang menentukan kualitas hidup seseorang. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan para ahli di seluruh dunia telah menekankan pentingnya aktivitas fisik yang cukup untuk menjaga . Jenis dan jumlah aktivitas fisik yang direkomendasikan beragam, tergantung pada usia, kondisi awal, dan faktor lainnya.
Anak-anak dan remaja sebaiknya melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga berat sepanjang minggu selama rata-rata 60 menit per hari. Kebiasaan ini di antaranya dapat meningkatkan kebugaran fisik, kesehatan kardiometabolik, kesehatan tulang, dan fungsi kognitif.
Untuk orang dewasa berusia 18 hingga 64 tahun, WHO merekomendasikan setidaknya 150–300 menit aktivitas aerobik intensitas sedang, atau 75–150 menit aktivitas fisik aerobik intensitas tinggi sepanjang minggu. Hal ini dapat membantu menjaga kesehatan mental, mencegah penyakit kardiovaskular, dan banyak lagi.
Bagaimana Jika Hanya Saat Akhir Pekan?
Libur jangan sampai disia-siakan begitu saja dengan bermalas-malasan. Jika ingin tetap bersantai di rumah melakukan hobi atau sekadar nonton maraton film atau serial kesayangan, pastikan tetap melakukan aktivitas yang baik untuk tubuh.
Selain sehat dan dapat menjaga kebugaran tubuh, aktivitas seperti ini juga baik untuk mengembalikan energi sebelum kembali bekerja. Lantas, aktivitas sehat apa yang bisa dilakukan pada hari libur Minggu ini? Berikut beberapa rekomendasi dikutip dari situs KlikDokter, Minggu (7/12/2025):
1. Jangan Tidur Terus
Saat hari libur, biasanya banyak orang memanfaatkan kesempatan ini untuk bangun siang, bahkan sampai tidur siang berkali-kali. Padahal, mengubah pola tidur dapat mengacaukan ritme tubuh.
Pada akhirnya, Anda akan kesulitan tidur pada malam hari. Kalau sampai kurang tidur, bukan tidak mungkin Anda kurang berenergi, pusing, dan lemas saat harus kembali beraktivitas pada hari Senin.
2. Luangkan Waktu Bermeditasi
Saat Anda stres, cobalah untuk bermeditasi. Tidak hanya bisa mengurangi stres, meditasi juga meningkatkan kebahagiaan, penerimaan, dan harga diri.
Studi menunjukkan bahwa meditasi setidaknya seminggu sekali bisa bermanfaat bagi kesehatan jantung dan kekebalan. Meditasi juga dapat meningkatkan daya ingat, memperbaiki pola tidur, serta membantu meredakan nyeri.
3. Menari
Menari memiliki manfaat untuk fisik serta mental. Jika Anda menyukainya, tak ada waktu yang lebih tepat untuk melakukannya selain saat akhir pekan.
Menari dapat membantu Anda mengontrol berat badan sambil meningkatkan kekuatan otot, daya tahan, dan kebugaran motorik. Tak hanya itu, kegiatan fisik ini juga bisa membantu memperbaiki suasana hati sekaligus menjaga kesehatan jantung.
4. Membersihkan Rumah
Apabila jika punya pembantu di rumah, manfaatkan akhir pekan untuk membersihkan rumah. Percayalah, rumah yang bersih bisa membuat Anda betah, segar, serta mengurangi risiko terkena penyakit akibat lingkungan yang kotor atau kambuhnya alergi akibat tungau debu.
Rajin membersihkan rumah juga dapat mencegah gangguan cemas. Sebab rumah berantakan memberikan stimulus berlebih (visual, bau, sentuhan), sehingga pikiran terus berpacu. Selain itu, kondisi ini membuat Anda sulit fokus dalam mengerjakan sesuatu dan sulit relaks, baik fisik maupun mental.
5. Jangan Terlalu Lama Main Gawai
Saat libur, biasanya banyak orang menghabiskan waktu lebih lama memelototi gawainya. Penggunaan gawai secara berlebihan sangat berhubungan dengan berbagai keluhan seperti sakit kepala, nyeri telinga, dan gangguan konsentrasi.
Kondisi tersebut terkait paparan gelombang elektromagnetik. Selain itu, penggunaan gawai yang tidak bijak juga dapat menyebabkan gangguan emosi. Berdasarkan satu penelitian, ditemukan hubungan antara penggunaan gawai yang terlalu sering dengan stres, gangguan tidur, dan depresi.
Penelitian lain juga menyimpulkan adanya keterkaitan antara penggunaan gawai dan stres. Pada penelitian terhadap sejumlah pengguna gawai, dilaporkan bahwa semakin seseorang mengalami ketergantungan pada gawai, semakin tinggi tingkat stres yang dialami.
6. Bersosialisasi
Ketika stres telanjur hadir, bagi sebagian orang, terutama yang cenderung introvert, hari libur ingin dinikmati sendirian saja. Padahal, interaksi sosial juga penting bagi kesehatan.
Bersosialisasi bisa membantu melawan risiko depresi serta menurunkan risiko demensia karena dapat meningkatkan daya ingat dan fungsi kognitif, sekaligus baik untuk kesehatan mental.